Paus Digugat Warga Gara-gara Lonceng Katedral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katedral Stepehendom, Wina, Austria. TEMPO/Tito Sianipar

    Katedral Stepehendom, Wina, Austria. TEMPO/Tito Sianipar

    TEMPO.COVienna - Seorang pengacara asal Austria telah mengirimkan surat kepada Paus Fransiskus untuk memprotes bunyi lonceng di Katedral Linz setiap 15 menit sekali, bahkan pada malam hari. 

    "Bapa Suci! Lonceng di menara Katedral Linz berdentang setiap seperempat jam sekali, bahkan pada malam hari. Dari sekitar pukul 10 malam hingga 6 pagi, lonceng berdentang 222 kali," bunyi surat yang ditulis Wolfgang List, sang pengacara, seperti dilansir laman Straits Times, Kamis, 5 Februari 2015.

    Karena itulah, List meminta Paus mengintervensi untuk memastikan bahwa hak asasi manusia warga Linz dapat tidur secara sehat dan segar perlu dihormati dan lonceng tidak berbunyi lagi pada malam hari.

    Klien Wolfgang, seorang pria, tinggal hanya berjarak 75 meter dari katedral yang berada di kota terbesar ketiga di Austria itu. Kliennya mengeluh tidak dapat memejamkan mata untuk tidur karena terganggu suara lonceng, dan itu berakibat buruk pada kesehatannya.

    Sayangnya, para uskup gereja menolak menghentikan bunyi lonceng, bahkan pada malam hari. Padahal pengacara telah berupaya meminta adanya dialog dan kompromi. Kini, gugatan pria itu akan segera disidangkan di pengadilan pada Jumat ini. 

    "Kami berharap gaya kepemimpinan gereja Anda yang baru, Bapak Suci, telah ditunjukkan dalam kepausan Anda dan dapat dijadikan sebagai contoh kepemimpinan agama bagi gereja Austria," isi surat tersebut. "Kami tidak ingin adanya pertempuran hukum. Kami hanya ingin damai dan tenang."

    Menurut kantor pengacara, pihak Vatikan belum memberikan respons atas surat gugatan tersebut.

    THE STRAITS TIMES | ROSALINA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.