Presiden Jokowi Akan Temui Ratusan TKI di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, menyapa para pejabat Malaysia, dalam upacara sambutan di kompleks Bunga Raya bandara KLIA, Sepang, Malaysia, 5 Februari 2015. Kunjungan Jokowi, untuk lawatan ke negara tetangga dan kerjasama bilateral. REUTERS/Olivia Harris

    Presiden Joko Widodo, menyapa para pejabat Malaysia, dalam upacara sambutan di kompleks Bunga Raya bandara KLIA, Sepang, Malaysia, 5 Februari 2015. Kunjungan Jokowi, untuk lawatan ke negara tetangga dan kerjasama bilateral. REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan bertemu dan menyapa ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia selama kunjungannya ke negeri ini.

    "Sekitar 300 WNI yang mewakili sejumlah organisasi massa akan berjumpa dengan Presiden Jokowi," kata Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono kepada Antara di Kuala Lumpur, Kamis.

    Dia menyebutkan, pertemuan ini akan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2015, di Aula Hasanuddin, Gedung KBRI, Kuala Lumpur.

    Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menginginkan lebih dekat dengan masyarakat Indonesia dan kemungkinan akan ada dialog antara presiden dan rakyatnya di negeri itu.
    "Presiden ingin berbaur dengan masyarakat Indonesia," ungkap Hermono seraya menyebut pertemuan akan berlangsung satu jam.

    Jokowi dikabarkan akan bertemu dengan perwakilan masyarakat dari sejumlah daerah, perwakilan pelajar dan mahasiswa, para ekspatriat, dosen, pengusaha, dan perwakilan TKI.

    Kehadiran Presiden Jokowi ke Malaysia pada 5-7 Februari, disambut positif masyarakat Indonesia di Malaysia. Ketua Umum Persatuan Solidaritas Masyarakat Jawa (Pasomaja) di Malaysia, Ahmad Nasikin, bahkan merasa senang bisa bertatap muka dan berdialog dengan Presiden Jokowi.

    "Kalau nanti diberi kesempatan, saya akan tanya soal penghentian pengiriman TKW untuk pekerja rumah tangga dan soal perceraian di kalangan TKI yang terbilang tinggi," kata Ahmad Nasikin.

    Menurut dia, pengiriman TKW terutama untuk penata laksana rumah tangga jika semakin banyak akan menimbulkan masalah sehingga sebaiknya dihentikan saja.

    Mengenai banyaknya kasus perceraian di kalangan TKI dan juga masalah anak-anak TKI di Malaysia. Ahmad Nasikin berkata, "Perceraian, kenakalan remaja serta pendidikan anak-anak TKI menjadi permasalahan yang cukup serius sehingga harus ada penanganan yang baik."

     

    ANTARA NEWS | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.