Raja Yordania Piloti Pesawat Sendiri Buru ISIS  

Reporter

Raja Yordania, Raja Abdullah. (dailymail)

TEMPO.COAmman - Raja Yordania Abdullah II bersumpah akan membalas kematian pilot tempurnya, Letnan Moaz al-Kasasbe, 26 tahun. Untuk mengekspresikan amarahnya kepada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), ia mengutip dialog dalam sebuah film berjudul Unforgiven yang diperankan aktor Clint Eastwood. "Saya tidak hanya akan membunuhnya. Saya juga akan bunuh istrinya dan semua teman-temannya, membakar rumahnya," kata Raja Abdullah di hadapan anggota parlemen Amerika Serikat yang dikutip dari Daily Mail, Selasa, 3 Februari 2015. 

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Duncan Hunter, mengatakan pernyataan Raja Abdullah II itu memperlihatkan rencananya untuk sebuah tindakan sangat keras terhadap ISIS. "Dia (Raja Yordania) mengatakan akan ada pembalasan yang ISIS tidak pernah saksikan. Dia sangat marah," kata Duncan.

Kemudian kabar merebak bahwa Raja Abdullah II akan menerbangkan sendiri pesawat tempurnya untuk memberangus ISIS. Abdullah II dikenal sebagai pilot tempur terlatih. 

Kemurkaan Raja Yordania dibuktikan dengan mengeksekusi mati dua milisi pada Rabu pagi, 4 Februari 2015. Dua anggota  jaringan teroris Al-Qaeda,  Ziad al-Karboli dan Sajida al-Rishawi, dihukum gantung. Sebelumnya, ISIS menuntut pembebasan Sajida sebagai balasan untuk membebaskan Moaz. Namun Yordania menolaknya. 

Moaz saat itu menjalankan misi kerja sama Yordania dan Amerika Serikat untuk memberangus ISIS. Pesawat tempur F16 yang dipiloti Moaz jatuh di Raqqa, Suriah, pada 24 Desember 2014. ISIS kemudian menyanderanya. Pada Selasa, 3 Februari 2015, ISIS menayangkan video tentang Moaz yang dibakar hingga tewas di sebuah tempat yang tidak disebutkan. 

Senator Republik dari South Carolina, Lindsey Graham, setelah pertemuan terpisah dengan Raja Abdullah II, mengatakan Raja Yordania akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk menghadapi ISIS. Raja Abdullah II mempersingkat kunjungannya di Amerika Serikat setelah mendengar pilotnya dibunuh. Ia tiba di Amman pada Rabu, 4 Februari 2015.

DAILY MAIL | WINONA AMANDA 






ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

1 hari lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

4 hari lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

7 hari lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

10 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

12 hari lalu

Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

Milisi Boko Haram membunuh 92 tentara Chad dan melukai 47 lainnya pada Maret 2020.


Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

14 hari lalu

Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

Dua pembunuh bloger Amerika di Bangladesh yang dipidana mati kabur setelah pengendara sepeda motor menyemprotkan bahan kimia ke polisi.


Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

16 hari lalu

Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

Seorang wanita Denmark yang dievakuasi dari kamp penahanan Suriah tahun lalu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan karena membantu ISIS


Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

16 hari lalu

Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

Pengadilan Turki menahan 17 tersangka bom Istanbul dengan tuduhan antara lain menghancurkan persatuan negara dan membunuh dengan sengaja.


Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

19 hari lalu

Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

Mayat dua gadis yang dipenggal ditemukan di selokan kamp pengungsi Suriah di al-Hol , yang menampung orang-orang yang terkait dengan ISIS.


Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

27 hari lalu

Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

Iran menangkap 26 orang berkebangsaan Azerbaijan, Tajikistan, dan Afghanistan. Mereka diduga terlibat dalam serangan ke situs suci kaum Syiah.