Ingin Mirip Tokoh Komik, Pria Ini Potong Hidungnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman modifikasi tubuh bernama Red Skull, berpose di Venezuela Expo Tattoo di Caracas, Venezuela, 29 Januari 2015.  REUTERS/Jorge Silva

    Seniman modifikasi tubuh bernama Red Skull, berpose di Venezuela Expo Tattoo di Caracas, Venezuela, 29 Januari 2015. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.COCaracas - Seorang pria di Venezuela melakukan aksi ekstrem untuk membuat dirinya mirip tokoh penjahat di dalam komik. Pria bernama Henry Damon tersebut berencana memotong hidungnya agar mirip dengan tokoh Red Skull dari buku komik Captain America.

    Sebelumnya, Henry, ayah dari dua anak, telah melakukan memodifikasi wajah dan tubuhnya dengan menambahkan tonjolan pada dahi dan tangan.  "Henry alias Red Skull adalah seseorang yang sehat secara mental dan fisik," ujar dokter bedah yang menangani Henry, Emilio Gonzales, seperti dikutip dari Metro, Kamis, 5 Februari 2015.

    Emilio menambahkan, pasiennya itu merupakan ayah sekaligus suami baik yang memiliki cara ekstrem dalam memodifikasi tubuh.

    "Sebagian besar pelanggan saya telah mengetahui bahwa modifikasi tubuh adalah langkah terakhir dari seni tubuh. Semuanya mengerti apa yang mereka mau, begitu juga dengan Henry. Banyak dari mereka telah menunggu bertahun-tahun untuk mewujudkan impian,” dia menambahkan.

    Memotong hidung hanya awal dari usaha Emilio untuk mengubah Henry menjadi Red Skull. Langkah berikutnya adalah penanaman implan silikon di pipi Henry. "Setelah itu dia akan mewarnai wajahnya dengan merah, dan dia akan menjadi Red Skull," Emilio melanjutkan.

    Red Skull pertama kali muncul pada tahun 1947. Ia merupakan tokoh penjahat dalam buku komik Captain America. Tokoh ini berada pada posisi 14 terbaik sepanjang waktu dalam peringkat penjahat pada buku komik.

    METRO | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.