Pilot Dibunuh, Yordania Dendam Hendak Serbu ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ISIS merilis video pilot Yordania, Moaz al-Kasaesbeh yang menjalani hukuman dibakar hidup-hidup pada 3 Februari 2015. Foto yang diambil dari video tersebut, memperlihatkan Moaz dalam kurungan teralis besi di lokasi yang tidak disebutkan.  REUTERS/Social media via Reuters TV

    ISIS merilis video pilot Yordania, Moaz al-Kasaesbeh yang menjalani hukuman dibakar hidup-hidup pada 3 Februari 2015. Foto yang diambil dari video tersebut, memperlihatkan Moaz dalam kurungan teralis besi di lokasi yang tidak disebutkan. REUTERS/Social media via Reuters TV

    TEMPO.CO, Amman - Rasa nasionalisme seluruh penduduk Yordania bangkit pasca-dibunuhnya Letnan Moaz al-Kasasbeh oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kemarin. Mereka pun bersatu melawan ISIS.

    "Sudahkah Anda melihat video itu? Demi Allah kami akan membunuh semua binatang itu. Apa pun yang harus dilakukan untuk menghabisi mereka, itu yang akan kami lakukan," kata Musab Ibrahim, warga Amman, yang dikutip The Guardian, Rabu, 4 Februari 2015. Pernyataan itu menegaskan berubahnya pikiran rakyat Yordania saat ini.

    Pada rekaman video yang dirilis ISIS, Moaz yang tertangkap karena pesawat tempurnya jatuh di kawasan ISIS, dibakar hidup-hidup dalam sebuah kandang kecil hingga tewas. Lalu sebuah buldoser meratakan kandang bersama jenazahnya yang hangus terbakar.

    Sebelum dibunuhnya Moaz, warga Yordania terbelah pendapatnya tentang keterlibatan pemerintah dalam koalisi melawan ISIS di Irak dan Suriah, yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Negara tetangganya bahkan mengkritik Yordania karena dianggap membuka pintu bagi ISIS.

    Namun, eksekusi keji yang dilakukan ISIS terhadap Moaz, seakan menyatukan suara semua rakyat Yordania, yang menuntut Raja Abdullah melaksanakan janjinya membalas dendam terhadap ISIS.

    Radio dan televisi, bahkan pusat perbelanjaan, kampus, sekolah, restoran hingga kafe, terus memutar lagu-lagu patriotik yang membangkitkan semangat publik Yordania untuk menentang ISIS.

    "Dia (Moaz) adalah putra kami, dia pahlawan kami. Semua rakyat Yordania bersamanya dan bersama raja kami," kata Yousef Barghouti, seorang kepala sekolah dasar di Amman.

    Di jalan-jalan ibu kota Amman, toko-toko menjual bendera dan karangan bunga yang disiapkan untuk pemakaman Moaz. Para pejabat Yordania berkumpul, Rabu, seiring desakan dari rakyat untuk segera bertindak.

    Negara itu tampak dalam kondisi siap untuk perang, seperti diinginkan oleh rakyat Yordania saat ini. "Semua badan keamanan dan militer menyusun segala opsi," kata juru bicara pemerintah, Mohammed Momani.

    "Saya mengajarkan putra saya untuk mengabdi bagi kerajaan dan dia melakukannya," kata Said al-Kasasbeh, ayah Moaz. "Saya menyerukan komunitas internasional untuk menghancurkan ISIS, yang tidak ada hubungannya dengan Islam."

    THE GUARDIAN | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.