Gara-gara Beradegan Syur di Ruang Kaca Kantor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan/berpacaran. AP/Rebecca Blackwell

    Ilustrasi pasangan/berpacaran. AP/Rebecca Blackwell

    TEMPO.CO, Wellington – Dua insan jika dimabuk asmara sering lupa daratan. Kalau sudah membara, mereka tak enggan melampiaskan hasratnya di mana saja. Tapi kalau tak hati-hati, ini bisa menjadi bumerang dan membuat petaka. Hal seperti ini terjadi pada pasangan pegawai asuransi di Christchurch, Selandia Baru, belum lama Ini.

    Dua anggota staf asuransi Marsh Ltd bercinta di dalam kantornya, Jumat pekan lalu. Hasrat yang mendera membuat mereka lupa mematikan lampu. Padahal, tepat di sebelah ruangan kantor terdapat Carlton Bar and Eatery yang ramai dikunjungi orang. Kontan pengunjung di tempat makan tersebut menonton pertunjukan gratis di depan matanya.

    Bahkan, menurut saksi mata, band yang sedang bermain pun berhenti. "Pengunjung satu bar menyorak-nyoraki mereka,” kata salah seorang saksi. Tontonan gratis itu berlangsung 30 menit. Banyak di antara pengunjung bar yang memvideokan lakon gratisan itu dan mengunggahnya di Facebook dan Twitter.

    “Awalnya mereka saling menggoda, lalu mulai mencium. Ketika itulah perhatian kami tertuju,” kata pengunjung bar. Keduanya lalu pindah ke ruangan lain, dan mengira mereka tidak terlihat. Padahal, sekitar 50 pasang mata mengamati keduanya. Selesai bercinta, mereka berdua tampak menikmati wine, masih belum sadar bahwa aksi mereka dilihat puluhan orang.

    Rekan-rekan sekantor mereka memastikan keduanya tidak ke kantor setelah video percintaan itu diunggah online. Si wanita pun menghapus akun Facebook-nya.  Kepala Eksekutif Marsh menolak berkomentar soal apakah keduanya diskors, tapi mengatakan masalah itu ditangani secara serius.

    DAILY MIRROR | RJ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.