Xanana Ajak Oposisi Fretilin Duduk di Pemerintahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xanana Gusmao. TEMPO/Nickmatulhuda

    Xanana Gusmao. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.COJakarta - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao telah menghubungi sejumlah orang dari partai oposisi Fretilin untuk menduduki jabatan penting dalam pemerintahan baru. Empat orang dari Fretilin yang telah dihubungi Xanana adalah Inacio Moreira, Estanislau da Silva, Hernani Coelho, dan Rui Araujo.

    Inacio Moreira kepada media lokal, Senin, 2 Februari 2015, mengatakan dirinya bersedia menempati posisi apa saja yang diberikan oleh Xanana guna memberikan kontribusi bagi pemerintahan baru dalam mengimplementasikan program pembangunan nasional.

    “Kamis pekan lalu, Perdana Menteri Xanana Gusmao telah memangil saya untuk membicarakan keterlibatan saya dalam pemerintahan baru. Saya bersedia menempati posisi atau jabatan dalam pemerintahan baru. Dan, sebagai warga negara yang baik, saya bersedia memberikan kontribusi bagi pemerintahan baru,” kata Inacio Moreira.

    Sekretaris Umum Partai Fretilin Mari Alkatiri mengatakan setiap orang dari Partai Fretilin yang dipanggil untuk menduduki jabatan tertentu dalam pemerintahan baru merupakan keputusan individu dan tidak mewakili partai.

    “Saya mendukung Perdana Menteri Xanana Gusmao untuk melakukan perombakan kabinet. Dan, seandainya Xanana meminta orang-orang Fretilin untuk menduduki jabatan tertentu dalam pemerintahan baru, mereka akan datang sebagai individu, bukan mewakili Partai Fretilin,” kata Mari Alkatiri.

    Siaran pers dari kantor pemerintah menyatakan bahwa konsultasi Presiden dengan partai politik akan memakan waktu selama satu minggu.

    Sebelumnya, sejumlah media internasional memberitakan rencana Xanana mengundurkan diri dari jabatannya pada 1 Februari 2015. Namun Xanana setelah bertemu Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Senin, 2 Februari 2015, mengatakan rencana pengunduran diri sempat terpikir olehnya. Namun ia bersama Presiden Taur memilih untuk membahas opsi perombakan kabinet.

    HUGO SILVA (Dili) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.