Pasukan Nigeria Pukul Mundur Boko Haram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemuda-pemuda yang berhasil melarikan diri dari kelompok militan Boko Haram, memasak makanan untuk pengusi lainnya di kamp pengungsian di Yola, Adamawa, Nigeria, 13 Januari 2015. REUTERS

    Pemuda-pemuda yang berhasil melarikan diri dari kelompok militan Boko Haram, memasak makanan untuk pengusi lainnya di kamp pengungsian di Yola, Adamawa, Nigeria, 13 Januari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Maiduguri - Militer Nigeria mengaku berhasil memukul mundur Boko Haram dari kota kunci Maiduguri menyusul berbagai kekerasan di wilayah tersebut dua pekan menjelang pemilihan umum.

    Sejumlah pria bersenjata menyerang Maiduguri selatan sekitar pukul tiga pagi waktu setempat (02.00 GMT), Ahad, 1 Februari 2015. "Mereka juga menyiapkan bahan peledak saat memasuki kota," kata saksi mata.

    Kekalahan Boko Haram di wilayah selatan oleh pasukan pemerintah itu berkat dukungan warga setempat. Kini, kelompok bersenjata itu melakukan konsolidasi dan mencoba mengambil alih kota dari wilayah timur. "Pertempuran antara Boko Haram dan pasukan pemerintah sangat menakutkan warga kota," ujar warga setempat, Adam Krenuwa. 

    Juru bicara Kementerian Pertahanan, Chris Olukolade, menuturkan serangan ke kota tempat kelompok bersenjata itu bercokol kurang lebih satu dekade menyebabkan kawasan itu bersih dari kaum teroris. "Situasinya perlahan tenang," katanya dalam sebuah pesan tertulis. Serangan terhadap Maiduguri merupakan serbuan kedua pasukan pemerintah guna mengambil alih kota strategis ibu kota Negara Bagian Borno tersebut dalam sepekan.  

    Aksi kekerasan berlangsung pada Ahad, 1 Februari 2015. Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di luar gedung parlemen di Kota Potiskum bagian timur laut menyebabkan sepuluh orang tewas. "Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut," ujar polisi kepada kantor berita Reuters.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.