ISIS Unggah Video Pemenggalan Jurnalis Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ISIS merilis video dua orang Jepang yangmereka sandera,  KenjiGoto Jogo (kiri) dan Haruna Yukawa (kanan). ISIS meminta tebusan 200 juta dolar Amerika. AP

    ISIS merilis video dua orang Jepang yangmereka sandera, KenjiGoto Jogo (kiri) dan Haruna Yukawa (kanan). ISIS meminta tebusan 200 juta dolar Amerika. AP

    TEMPO.CO, Jakarta -Video pemenggalan terhadap wartawan Jepang Kenji Goto oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diunggah di internet. Diberi judul "Pesan kepada Pemerintah Jepang", video itu menggambar Goto dalam posisi berlutut di samping seorang pria berpakaian hitam dan memakai penutup muka sembari mengacungkan pisau.

    Algojo ISIS itu berbicara dengan dialek Inggris. "Kau adalah sekutu bodoh dari perkumpulan setan," katanya seperti dikutip dari Huffingtonpost, Sabtu, 31 Januari 2015. "Seluruh pasukan kami haus akan darah kalian."

    Dalam pernyataannya, anggota ISIS tersebut menuduh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe turut menjadi bagian dalam perang dengan mereka. Pisau yang diacungkan itu, kata  dia, tak hanya akan membunuh Goto. Tapi juga akan menyebabkan pembantaian terhadap warga Jepang lainnya yang mereka temukan. "Mimpi buruk bagi Jepang akan dimulai," kata dia.

    Video yang dirilis di website ISIS itu menyerupai dengan tayangan eksekusi serupa terhadap wartawan Amerika James Foley dan Steven Sotloff, dan Inggris Alan Henning dan David Haines.

    Goto adalah seorang wartawan lepas dari media televisi yang banyak memberitakan konflik di seluruh dunia. Sebelum bertolak ke wilayah ISIS, Goto membuat rekaman yang mendesak dunia agar tak menyalahkan orang-orang Suriah dan Irak jika terjadi sesuatu padanya. "Orang-orang di Suriah telah menderita selama 3,5 tahun," kata Goto.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN | HUFFINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.