Menlu Retno Undang Pemimpin Afrika Hadiri KAA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,Retno Lestari Priansari Marsudi memberi sambutan saat menerima 3 korban selamat Kapal Oryong 501 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 30 Desember 2014. Kapal Oryong 501 tenggelam di laut Bering, Rusia pada 1 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,Retno Lestari Priansari Marsudi memberi sambutan saat menerima 3 korban selamat Kapal Oryong 501 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 30 Desember 2014. Kapal Oryong 501 tenggelam di laut Bering, Rusia pada 1 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengundang semua pemimpin Afrika untuk menghadiri Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung, 22-24 April 2015. Undangan itu disampaikan Menlu RI dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, Jumat, 30 Januari 2015.

    “Inisiatif penyelenggaraan KTT Asia Afrika dan Peringatan 60 tahun KAA menunjukkan komitmen Indonesia untuk mendekatkan Asia dan Afrika yang memiliki potensi besar,” kata Menlu Retno seperti dilansir dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu.

    Kehadiran Menlu RI dalam KTT Uni Afrika merupakan pertama kalinya sejak Indonesia menjadi negara peninjau. Untuk pertama kalinya pula seorang Menlu RI datang ke Addis Ababa sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1964.

    "Kehadiran Indonesia pada KTT Uni Afrika menunjukkan pentingnya Afrika dan komitmen Indonesia kepada Afrika,” kata Retno.

    Dalam sambutan pembukaan KTT Uni Afrika, Ketua Uni Afrika Nkosazana Dlamini Zuma menyampaikan bahwa ‘Semangat Bandung’ yang mempersatukan negara-negara di selatan 60 tahun lalu dalam menghadapi tantangan masa itu, masih relevan bagi negara-negara Afrika dalam menghadapi berbagai tantangan Afrika dan global saat ini.

    KTT dengan tema “Empowerment of Women in Africa’s Development”, dihadiri oleh 54 Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara Afrika. Juga hadir Sekjen PBB, Presiden Mejelis Umum PBB, Sekjen Liga Arab, Presiden Palestina dan Raja Spanyol.

    Keberadaan Menlu Retno di Addis Ababa dimanfaatkan juga untuk melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah Menteri Luar Negeri antara lain Ethiopia, Mesir, Togo, Aljazair, Afrika Selatan, Kenya, Madagascar dan Chairperson of African Union.

    Selain komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral, para menlu negara-negara Afrika dalam pertemuan dengan Menlu Retno mengharapkan agar kehadiran Indonesia di Afrika lebih dirasakan di bidang ekonomi, khususnya dengan kehadiran perusahaan swasta.

    “Indonesia akan meningkatkan diplomasi ekonomi dengan Afrika seperti yang dilakukan beberapa negara besar lainnya dari Asia,” kata Menlu Retno menanggapi harapan itu seperti disampaikan dalam rilis Kemlu RI.

    NATALIA SANTI

    Berita lain:
    Politikus PDIP Tak Khawatir Prabowo 'Curi' Jokowi 

    Artis DPR Dilarang Show: Nurul Tegas, Desy Ngeles

    'Mobil Mewah di Jalur Busway, Ahok Langgar Hukum'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?