ISIS ke Obama: Kami Penggal Anda di Gedung Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama bertemu dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz di gedung Oval Office,  White House, Washington 29 Juni 2010. Meninggalnya Raja Abdullah diperkirakan akan menyebabkan harga minyak melonjak. REUTERS/Larry Downing

    Presiden Barack Obama bertemu dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz di gedung Oval Office, White House, Washington 29 Juni 2010. Meninggalnya Raja Abdullah diperkirakan akan menyebabkan harga minyak melonjak. REUTERS/Larry Downing

    TEMPO.COLondon - Milisi Negara Islam atau ISIS mengancam akan memenggal kepala Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama dan mengubah Amerika menjadi sebuah "provinsi muslim" dalam sebuah video terbaru yang dirilis oleh kelompok itu. (Baca: Pemerintah Jepang Serukan Pembebasan Tahanan ISIS)

    Rekaman tersebut menunjukkan seorang anggota milisi berpakaian serba hitam berdiri di belakang seorang tawanan yang diduga tentara Kurdi. Kepala tawanan dipenggal di akhir video. Sebelum tawanan tersebut dieksekusi, milisi ISIS memperingatkan Presiden Amerika.

    "Ketahuilah, oh, Obama, kami akan mencapai Amerika. Ketahuilah juga bahwa kami akan memotong kepala Anda di Gedung Putih dan mengubah Amerika menjadi provinsi muslim," kata anggota ISIS itu, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa, 27 Januari 205. (Baca: Menculik, ISIS Bisa Terima Rp 547 Miliar Setahun)

    Ancaman ISIS tidak hanya menyasar Amerika, tapi juga Prancis dan "adiknya", Belgia. "Kami memperingatkan Anda bahwa kami akan datang kepada Anda dengan bom mobil dan bahan peledak dan akan memenggal kepala Anda," ujarnya. (Baca: Pencuit Akun Twitter ISISDitangkap di India)

    Selanjutnya: Serangan secara pribadi ke pemimpin Kurdi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.