New York Badai Salju, Kenapa Daleman Wanita Laris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menutupi wajahnya dengan masker saat badai salju di New York, Amerika, 27 January 2015. Akibat badai salju tersebut, puluhan jadwal penerbangan ditunda dan jutaan warga takut untuk keluar rumah. (dailymail)

    Seorang warga menutupi wajahnya dengan masker saat badai salju di New York, Amerika, 27 January 2015. Akibat badai salju tersebut, puluhan jadwal penerbangan ditunda dan jutaan warga takut untuk keluar rumah. (dailymail)

    TEMPO.COJakarta - Badai salju Juno melumpuhkan wilayah timur Amerika Serikat. Salju setebal lebih dari 50 sentimeter itu menimbulkan kepanikan warga New York, Philadelphia, dan Boston. Mereka memborong stok bahan makanan sebagai antisipasi memburuknya cuaca.

    Ternyata, tak hanya bahan makanan yang habis dibeli. Seperti dikutip dari Daily Mail, warga juga memborong lingerie—pakaian dalam nan seksi. Penjualan lingerie selama badai Juni meroket hingga 500 persen. 

    Situs belanja Lyst melaporkan terjadi lonjakan tak terduga dalam pembelian lingerie menjelang badai Juno. Salah satu merek yang paling banyak diburu adalah Agent Provocateur. Harga bra yang dibanderol perusahaan ini US$ 700 per potong, atau sekitar Rp 8,5 juta. Perusahaan ini membukukan kenaikan penjualan sebanyak 500 persen. 

    Menurut Lyst, barang yang banyak dibeli oleh penduduk New York adalah lingerie kelas atas berbahan lace maupun satin dengan warna hitam atau cokelat sampanye. Bisa jadi cuaca buruk mendorong orang untuk lebih banyak berhubungan seks sehingga meningkatkan penjualan pakaian dalam. Selain Agent Provocateur, merek yang banyak diborong adalah Myla, La Perla, dan Kiki de Montparnasse. 

    Badai salju masih melanda sejumlah wilayah di Connecticut, Rhode Island, Massachusetts, New Hampshire, dan Maine. Situasi terburuk adalah di Massachusetts dengan ketinggian salju mencapai 36 inci. 

    DAILY MAIL | WINONA AMANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.