Flydubai Ditembak Saat Mendarat di Bandara Bagdad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Brennan Linsley

    AP/Brennan Linsley

    TEMPO.CO, Bagdad - Semua maskapai asing yang dijadwalkan terbang ke Bagdad, Irak,  membatalkan penerbangan mereka setelah pesawat jet penumpang milik maskapai Flydubai ditembak saat mendarat di Ibu Kota Irak itu.

    Seorang petugas penerbangan dan seorang petugas keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dua penumpang luka ringan ketika tiga atau empat peluru menghantam badan pesawat pada Senin malam, 26 Januari 2015, tapi mereka tidak dapat menentukan sumber tembakan.

    Flydubai, Emirates, Air Asia, dan Etihad Airways adalah maskapai pertama yang membatalkan penerbangan ke Bagdad. Pembatalan ini dilakukan atas perintah dari otoritas penerbangan setempat. (Baca: Perangi ISIS, AS Tambah 1.500 Tentara ke Irak)

    "Untuk mematuhi kebijakan keamanan dari Otoritas Penerbangan Sipil Uni Emirat Arab, kami telah membatalkan semua penerbangan ke Bagdad sampai pemberitahuan lebih lanjut. Keamanan penumpang dan karyawan adalah prioritas kami. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan memonitor situasi keamanan yang terjadi sebelum mengatur jadwal penerbangan ke Bagdad," pihak Etihad mengatakan. (Baca: ISIS Bantai Anak-anak dan Perempuan di Irak)

    Maskapai asal Abu Dhabi itu juga mengatakan bahwa penumpang yang telah membeli tiket ke Bagdad dapat mengembalikan tiket mereka. Mereka juga akan mengembalikan uang tiket ke para penumpang.

    Dilansir Al-Jazeera, pesawat jet Flydubai ditembak oleh penembak jitu yang mengintai di tempat yang tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Bagdad.

    AL-JAZEERA | WINONA AMANDA

    Baca juga:
    Bukti Bambang KPK Tak Perintahkan Kesaksian Palsu
    Syafii Maarif Serukan Muhammadiyah Dukung KPK
    KPK-Polri, Tim Independen Bisa Usulkan Kapolri Baru
    Jay Subiakto: Jokowi Tersangkut Partai yang Salah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.