Lyzard Squad Klaim Retas Facebook dan Instagram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guardian.co.uk

    Guardian.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah meretas situs maskapai Malaysia Airlines, kelompok peretas Lizard Squad hari ini meretas situs media sosial Facebook dan Instagram. Jutaan pengguna harian media sosial ini tidak dapat mengakses Facebook dan Instagram selama sekitar 40 menit. "Maaf, ada yang tidak beres. Kami sedang bekerja dan akan memperbaikinya secepat yang kami bisa," kata pesan di situs Facebook.

    Lizard Squad mengaku bertanggung jawab atas aksi peretasan media sosial populer itu. Dalam postingan akunnya, @LizardMafia, mencuit pernyataan: "Facebook, Instagram, Tinder, AIM, Hipchat #offline #LizardSquad". Tagar #facebookdown kemudian muncul di Twitter dan menjadi trending topic teratas di dunia.

    Selain Facebook dan Instagram, situs-situs aplikasi mobile perjodohan, Tinder, dan instant messaging, Hipchat, juga tidak dapat diakses. Tagar #ThingsIDidWhenFacebookWasDown  menjadi populer di media sosial. (Baca:  Situs Malaysia Airlines Dibajak Pendukung ISIS)

    Para pengguna mulai membuat lelucon dengan melontarkan pernyataan tentang pertama kalinya mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu di Twitter dan mereka siap untuk bertemu teman-teman Facebook mereka lagi. Kemudian muncul tagar #RIPFACEBOOK and #RIPINSTAGRAM dan menjadi trending topic Twitter.

    Kurang dari satu jam setelah situs media sosial populer itu tidak dapat diakses, pihak Facebook dan Instagram kemudian memberikan pernyataan masalah telah diperbaiki dan situs kembali dapat diakses. Setelah itu, muncul tagar #FacebookisBack memproklamasikan hashtag terbaru yang secara aktif ter-retweeted.

    Facebook, yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, kini memiliki 864 juta pengguna aktif harian berdasarkan informasi dari ruang redaksi Facebook pada September 2014. Ia juga memiliki sekitar 1,35 miliar pelanggan aktif bulanan.

    Instagram, sebuah situs foto dan video-sharing layanan online, yang diluncurkan 6 Oktober 2010, sejak saat itu telah mengumpulkan lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan.

    CORA AMYRA UQIYANUS | RT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.