Selebritas Australia Minta Pengampunan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat akan memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat akan memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COCanberra - Sekitar 20 selebritas Australia tampil dalam video meminta pengampunan bagi dua warga Australia terpidana mati, Andrew Chan dan Myuran Sukuraman. Video yang diunggah pemenang Archibald Prize, Ben Quilty, itu meminta Presiden Joko Widodo membebaskan keduanya.

    “Aku berdiri untuk belas kasihan (I Stand for Mercy),” kata para selebritas dalam pesan yang direkam secara individual itu. Tagline tersebut mirip dengan jargon yang digunakan Presiden Jokowi saat kampanye pemilu presiden pada 2014. (Baca: Eksekusi Bandar Narkoba, Beredar Meme Bela Jokowi)

    Dalam video tersebut, tampak aktor Asher Keddie, Claudia Karvan, Justine Clarke, Bryan Brown, David Wenham dan Richard Roxbugh, musikus Missy Higgins dan Megan Washington, serta pengamat politik Alan Jones dan Germaine Greer.

    “Indonesia, Anda telah berhasil. Anda telah direhabilitasi orang-orang ini,” demikian perkataan dalam video berdurasi dua setengah menit tersebut. “Mereka membantu orang di dunia, di sekitar mereka. Jaga harapan hidup, biarkan mereka hidup.” (Baca: Presiden Jokowi Dimusuhi Tiga Negara)

    Quilty, yang bertemu dengan Sukumaran dan Chan selama kelas seni di penjara Kerobokan, Bali, mempelopori kampanye pengampunan bagi keduanya. Selain video, sebuah petisi juga dibuat. Hingga kemarin sore, petisi ini sudah ditandatangani 2.200 orang. “Ini untuk Myu dan Andrew. Saya akan melakukan apa pun untuk keduanya,” kata Quilty.

    Sukumaran, 33 tahun, dan Chan, 31 tahun, masuk daftar terpidana mati setelah grasi keduanya ditolak. Mereka dijatuhi hukuman mati pada 2006 karena berusaha menyelundupkan delapan heroin senilai sekitar US$ 4 juta. Mereka, bersama tujuh orang lain yang kemudian disebut sebagai kelompok Bali Nine, ditangkap di Bandara Ngurah Rai di Denpasar pada 2005.

    Jokowi menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk melawan narkotik. Keputusan mengeksekusi enam pengedar narkoba dua pekan lalu mendapat banyak kritik. Brasil dan Belanda menarik duta besarnya dari Jakarta. Adapun Nigeria memanggil Duta Besar Indonesia di Abuja sebagai bentuk protes atas eksekusi terhadap warganya.

    NEWS.COM.AU | SKYNEWS.COM.AU | SBS | RAJU FEBRIAN

    Topik Terhangat:
    Budi Gunawan Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah AirAsia

    Baca Berita Terpopuler
    "Ada Pembentukan Satgas-Satgas Liar di Polri''
    Budi Gunawan Dilantik Besok? Jokowi... 
    Apa Saja Instruksi Bambang KPK di Sidang MK? Ini Kata Saksi
    KPK Vs Polri, Ada Buaya Moncong Putih
    Tali Putus, Badan Air Asia Diangkat Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.