Unjuk Rasa Berakhir Rusuh, 15 Warga Mesir Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan rakyat Mesir memprotes putusan bebas pengadilan atas mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak dengan tuduhan menghasut pembunuhan demonstran pada 2011, di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, 30 November 2014. Demonstran yang berjumlah sekitar 800 orang memprotes keras putusan pengadilan karena dianggap tidak ada keadilan, atas protes tersebut satu demonstran tewas tertembak dan lainnya terluka. Ahmed el-Hussini/Getty Images

    Ratusan rakyat Mesir memprotes putusan bebas pengadilan atas mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak dengan tuduhan menghasut pembunuhan demonstran pada 2011, di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, 30 November 2014. Demonstran yang berjumlah sekitar 800 orang memprotes keras putusan pengadilan karena dianggap tidak ada keadilan, atas protes tersebut satu demonstran tewas tertembak dan lainnya terluka. Ahmed el-Hussini/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Mesir yang mengikuti unjuk rasa sekaligus peringatan empat tahun keruntuhan rezim Hosni Mubarak di beberapa kota, Ahad, 25 Januari 2015, terlibat bentrok dengan polisi. Sedikitnya 15 orang terbunuh dalam peristiwa tersebut.

    Demonstrasi terjadi di kota-kota besar Mesir seperti Kairo dan Alexadria. Beberapa saksi melihat petugas keamanan dan polisi tak berseragam menembaki para demonstran. Ini adalah tragedi paling parah sejak Abdel Fattah al-Sisi terpilih sebagai presiden Mesir Juni lalu.

    Bentrokan terjadi ketika polisi berusaha mengusir warga kota yang berusaha mendekati Lapangan Tahrir. Tempat itu adalah simbol revolusi 2011 saat Mubarak disingkirkan. Polisi bersenjata yang didukung tentara dengan kendaraan lapis baja mengejar para demonstran di pusat kota Kairo. Mereka juga melepaskan tembakan dan gas air mata ke arah demonstran.

    Selain peringatan revolusi 2011, unjuk rasa itu merupakan bentuk protes warga Mesir terhadap pemerintahan Sisi yang didukung oleh militer.

    Sisi adalah jenderal militer yang berperan besar menggulingkan presiden Mohamed Mursi yang didukung kaum islamis pada Juli 2013. Setelah berkuasa, Sisi malah kerap menekan para penentangnya. Banyak orang yang menuding Sisi kembali menerapkan kekuasaan otoriter.

    Korban terbanyak berjatuhan di Matariya, area di pinggiran Kairo yang menjadi salah satu basis Ikhawanul Muslimin. para pengunjuk rasa di sana meneriakkan yel-yel berisi protes terhadap militer dan tuntutan untuk melangsungkan revolusi baru. Para demonstran melemparkan bom molotov ke arah polisi yang dibalas dengan tembakan.

    REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

    Terpopuler:
    Video Jasad Warga Jepang Sandera ISIS Beredar
    Nikahi Milisi ISIS, Remaja AS Ini Dibui 4 Tahun
    Ditilang, Wanita Muslim Ini Dipaksa Buka Jilbab
    Kim Jong-un ke Jakarta, Hadiri Milad KAA?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.