Ditilang, Wanita Muslim Ini Dipaksa Buka Jilbab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, London - Seorang wanita muslim menggugat Pemerintah Kota Dearborn Heights, Michigan, Amerika Serikat, serta Kepolisian Dearborn Height dan kepala kepolisian setempat karena memaksa membuka jilbabnya saat dia ditilang.  

    Malak Kazan, 27 tahun, mengklaim petugas Kepolisian Dearborn Heights melanggar hak kebebasan beragama menurut Amandemen Pertama lantaran memaksanya membuka jilbab ketika dia ditilang. “Dipaksa melepas jilbabnya di depan lelaki yang bukan muhrim merupakan pengalaman tidak mengenakkan baginya,” ujar pengacara Kazan, Amir Makled, Sabtu, 24 Januari 2015.

    Saat Kazan diminta membuka jilbabnya, tidak ada polisi wanita yang hadir. Hal tersebut, kata Makled, semakin membuat Kazan merasa dipermalukan.

    Kazan sempat menyatakan keberatan lantaran tidak ada polisi wanita yang hadir saat ia dipaksa membuka jilbabnya. Namun, atasan polisi tersebut mengatakan kepada Kazan bahwa Kazan akan ditahan jika menolak membuka jilbabnya.

    Kazan diberhentikan polisi saat melanggar lampu lalu lintas pada Juli 2014. Dia ditahan karena surat izin mengemudinya kedaluwarsa. Ada dua surat penahanan untuk Kazan karena dia tidak pernah hadir di pengadilan. Akhirnya, Kazan ditahan pada November 2014.

    Kepala Kepolisian Dearborn Heights Lee Garvin mengatakan yang dilakukan polisi terhadap Kazan sudah sesuai dengan prosedur. “Aksesori seperti topi, kupluk, hijab, bisa dipakai untuk menyembunyikan benda-benda berbahaya yang bisa mencederai polisi atau diri mereka sendiri,” kata Garvin.

    DAILYMAIL| TSE

    Berita lain:
    Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi 
    Ini yang Dirasa Christopher Saat Tabrakan Maut 
    3 Firasat Bambang Widjojanto Sebelum Ditangkap

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.