Myanmar Bebaskan 595 Anak yang Dipersenjatai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mantan tentara anak Myanmar (kiri) membawa barang-barangnya saat ia berjalan keluar dari kompleks militer di Yangon. (AFP/Soe Win Dari)

    Seorang mantan tentara anak Myanmar (kiri) membawa barang-barangnya saat ia berjalan keluar dari kompleks militer di Yangon. (AFP/Soe Win Dari)

    TEMPO.CO, Bangkok - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan militer Myanmar telah membebaskan 595 anak yang dipersenjatai sejak penandatanganan pakta PBB tentang militer oleh militer Myanmar pada tahun 2012.

    Menurut PBB, pembebasan 595 anak itu berlangsung bertahap. Dalam setahun terakhir sebanyak 418 anak yang dibebaskan. Dan, pada Jumat, 23 Januari 2015, sebanyak 42 anak kembali dibebaskan. (Baca: Indonesia Bangun Sekolah Rohingya di Myanmar)

    Usia anak-anak yang dipersenjatai dan bekerja untuk militer Myanmar itu di bawah 18 tahun. Mereka dipekerjakan sebagai prajurit dan pencari ranjau darat.

    Sejauh ini, menurut PBB, tidak ada data yang jelas untuk memverifikasi berapa banyak anak yang dilibatkan sebagai tentara anak. (Baca: Pakai Istilah Rohingya, Ban Dikecam Myanmar)

    "Dalam satu tahun ini, jumlah anak yang dibebaskan dari angkatan bersenjata, menunjukkan usaha maju dari pemerintah Myanmar dan Tatmadaw (militer) untuk mengakhiri praktek pelanggaran dengan merekrut dan memanfaatkan anak-anak," kata Renata Lok-Dessallien, koordinator PBB di Myanmar dalam pernyataannya.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA

    Baca juga:
    KPK: Sejarah Akan Mencatat Anda, Presiden!
    Tiga Perubahan Ujian Nasional Ala Menteri Anies
    Abraham Menangis Ingat Firasat Bambang Widjojanto
    Putri Bambang KPK: Ayah Keren Banget Umi!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.