Serangan Roket di Kota Pelabuhan Ukraina, 10 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Ukraina terlihat tengah berdiri di dekat kendaraan tempur mereka, dengan pakaian tebal di tengah cuaca dingin. Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyerahkan sejumlah peralatan militer kepada tentara Ukraina di kota Zhytomir, Kiev, Ukraina pada 5 Januari 2015. Vladimir Shtanko/Getty Images.

    Tentara Ukraina terlihat tengah berdiri di dekat kendaraan tempur mereka, dengan pakaian tebal di tengah cuaca dingin. Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyerahkan sejumlah peralatan militer kepada tentara Ukraina di kota Zhytomir, Kiev, Ukraina pada 5 Januari 2015. Vladimir Shtanko/Getty Images.

    TEMPO.CO, Kiev - Sepuluh orang tewas dalam sebuah serangan roket, Sabtu, 24 Januari 2015, di kota pelabuhan Ukraina timur, Mariupol. Menurut kepala kepolisian regional Donetsk yang dikuasai Kiev, serangan itu dilancarkan oleh pemberontak yang pro-Rusia.

    Seperti dilansir Reuters, Dewan Kota Mariupol menyebutkan tiga orang dikonfirmasi meninggal dalam serangan itu dan lusinan lainnya terluka. Tapi kubu separatis membantahkan menembakkan roket ke kota itu. Beberapa gedung terbakar.

    “Akibat serangan oleh pemberontak terhadap sebuah sektor permukiman di Mariupol, 10 orang tewas,” kata Kepala Polisi Vyacheslav Abroskin di laman Facebook-nya.

    Dalam catatan ABC News, bentrok senjata antara militer Ukraina dan pemberontak meningkat dalam dua pekan terakhir. Mariupol terletak di pinggir Laut Azov dan kota utama antara daratan Rusia dan Semenanjung Crimea yang dianeksasi Rusia tahun lalu.

    Baku tembak sengit saat ini memunculkan kecemasan bahwa separatis yang didukung Rusia bakal mencoba menguasai wilayah yang menghubungkan antara Rusia dan Crimea. Hingga Jumat, 23 Januari 2015, posisi mereka hanya sekitar sepuluh kilometer dari kawasan timur Mariupol.

    Kantor media untuk operasi antipemberontak Ukraina menyebutkan misil-misil Grad menghantam wilayah timur Mariupol pada Sabtu pagi, 24 Januari 2015, yang menghancurkan beberapa gedung permukiman.

    Kubu separatis membantah bertanggung jawab atas serangan itu. “Ini penyesatan informasi yang berbahaya dan pembohongan. Pasukan pemberontak tidak menembakkan apa pun yang langsung mengarah Mariupol, terutama ke arah area permukiman,” demikian kantor berita Interfax mengutip dari Kementerian Pertahanan Republik Rakyat Donetsk. (Baca: Rusia Tuding NATO Bikin Kekacauan di Eropa Timur)

    Pertempuran antara kedua pihak meningkat dalam beberapa pekan bulan ini. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedikitnya 262 orang tewas, baik dari kedua kubu maupun rakyat sipil, dalam sembilan hari terakhir saja.

    REUTERS | ABC NEWS | DWI ARJANTO

    Berita terpopuler lainnya:
    Abraham Minta Panglima TNI Moeldoko Lindungi KPK

    Mega Gelar Pesta di Hari Penahanan Bambang KPK

    KPK Vs Polri, Din Syamsuddin: Karena Sikap Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.