Dubes RI Imbau WNI di Yaman Tetap Tenang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi (kedua kiri), bersama anak-anak setempat usai salat Jumat di masjid di wilayah Haddah, Sanaa, 23 Januari 2015. Meskipun situasi tidak menentu pasca mundurnya Presiden dan PM namun ibadah tetap dapat dilakukan dengan tenang. Istimewa

    Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi (kedua kiri), bersama anak-anak setempat usai salat Jumat di masjid di wilayah Haddah, Sanaa, 23 Januari 2015. Meskipun situasi tidak menentu pasca mundurnya Presiden dan PM namun ibadah tetap dapat dilakukan dengan tenang. Istimewa

    TEMPO.CO, Sana’a -  Duta Besar RI untuk Yaman, Wajid Fauzi mengimbau warga negara Indonesia untuk tetap tenang terkait perkembangan kondisi politik dan keamanan di Yaman, khususnya di ibukota Sana'a, kota Ma'rib dan beberapa wilayah lain yang saat inirawan terjadi konflik bersenjata yang dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kita himbau WNI tetap tenang, mengurangi kegiatan di luar rumah, dan tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan kegiatan politik praktis,” kata Dubes Wajid kepada Tempo, kemarin.

    Menurutnya situasi Sana’a saat ini masih tetap tenang. ”Proses politik masih berjalan, parlemen baru akan sidang besok. Suasana di jalanan relatif sepi. Mungkin karena hari libur Jumat, atau orang cenderung di rumah karena situasi ini,” kata Dubes Wajid sebelum berpamitan untuk menjalankan ibadah salat Jumat. (Baca: Yaman Krisis, AS Tarik Staf dari Kedutaan)

    Dia mengimbau  kepada WNI yang bermasalah atau mengetahui adanya WNI yang sedang dalam kesulitan karena situasi keamanan di wilayah-wilayah konflik untuk segera menghubungi KBRI Sanaa. “Beritahukan nama lengkap sesuai paspor, nomor paspor, alamat lengkap di Indonesia dan nomor telepon yang dihubungi,” kata dia.

    Wajid juga mengingatkan WNI untuk mewaspadai tindak pemerasan atau penipuan yang dilakukan aparat gadungan atau oknum. Dia mengatakan ada beberapa kasus, di antaranya menimpa WNI dimana aparat keamanan berpura-pura meminta kartu identitas, paspor atau dokumen lainnya. Pada akhirnya ternyata mereka hanya memeras. (Baca: Tidak Ada Korban, WNI di Yaman Diminta Tetap Waspada)

    “Dalam situasi ketidakpastian pengawasan keamanan semakin lemah, Jika WNI mengalami hal tersebut, KBRI menyediakan layanan hotline emergency +967 738 11 5555,” kata Wajid.

    Krisis politik di Yaman terus berlanjut. Presiden Yaman Abdrabuh Mansur Hadi dan Perdana Menteri Khalid Bahah menyatakan diri mundur. Pengunduran diri mereka menyusul pendudukan militan Al-Houthi di Istana Kepresidenan dan ancaman ke rumah-rumah para pejabat  tinggi Yaman. Pengunduran diri mereka akan dibahas Parlemen, Ahad mendatang. (Baca: Diteror Milisi Houthi, Presiden Yaman Undur Diri  )

    NATALIA SANTI

    Terpopuler:
    BW Ditangkap, Jokowi Bicara Pertumbuhan Ekonomi
    #SaveKPK dan #SayaKPK Dikibarkan di Gedung KPK,
    Pemkot Bogor Anggarkan Rp 10 Miliar untuk Taman
    Sejuta Turis Australia Kunjungi Bali Tiap Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.