Raja Arab Abdullah Wafat, Ini Profil Penggantinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz bertemu dengan Presiden Cina Li Keqiang di Ziguangge Pavilion di kompleks pemimpin Zhongnanhai, Beijing, Cina (14/3). (AP/Zhang Lintao, Pool)

    Pangeran Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz bertemu dengan Presiden Cina Li Keqiang di Ziguangge Pavilion di kompleks pemimpin Zhongnanhai, Beijing, Cina (14/3). (AP/Zhang Lintao, Pool)

    TEMPO.CORiyadh - Raja Arab Saudi Abdullah meninggal Jumat dinihari pada usia 90. Dilansir dari Reuters, Kamis, 22 Januari 2015, posisi Raja Abdullah akan digantikan oleh adiknya, Pangeran Salman.

    Pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud lahir pada tahun 1935. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Pangeran di Riyadh serta beberapa pelatihan keagamaan tradisional. Dia adalah bagian dari tim sudairi--tujuh anak dari Raja Abdul Aziz dan istrinya, Husa al-sudairi. (Baca: Raja Abdullah Wafat, Harga Minyak Melambung)

    Kariernya dimulai pada tahun 1954 sebagai Gubernur Riyadh pada usia 19 tahun. Ia menjadi Gubernur Riyadh sampai tahun 1960 karena perebutan antara Raja Saud dan Raja Faisal. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Pada tahun 1962, ia kembali menjadi Gubernur Riyadh hingga 2011. Setelah ditunjuk sebagai menteri pertahanan, kemudian ia diangkat menjadi putra mahkota pada tahun 2012. (Baca: Terserang Pneumonia, Raja Arab Saudi Mangkat)

    Pangeran Salman dikenal konservatif dan memegang pandangan tradisional berkaitan dengan reformasi politik dan perubahan sosial. Banyak rumor yang menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya kurang baik dan mempengaruhi kemampuannya bekerja di kantor.

    AL JAZEERA | CININTYA SYAKYAKIRTI

    Baca juga:
    Pelindo Integrasikan Marina Banyuwangi-Labuan Bajo
    Djarot Sewot, PNS Selfie Dipangggil Inspektorat
    Bambang Widjojanto Ditangkap karena Jokowi
    Raja Arab Saudi Wafat, Dunia Sampaikan Duka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.