Hari Ini Voting Nasib Bekas PM Yingluck Shinawatra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menyapa para jurnalis saat tiba di gedung Parlemen sebelum bertemu dengan Dewan Legislatif Nasional di Bangkok, 9 Januari 2015. Yingluck akan menjalani sidang pertama impeachment karena telah membuat Thailand pecah. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menyapa para jurnalis saat tiba di gedung Parlemen sebelum bertemu dengan Dewan Legislatif Nasional di Bangkok, 9 Januari 2015. Yingluck akan menjalani sidang pertama impeachment karena telah membuat Thailand pecah. REUTERS/Chaiwat Subprasom

    TEMPO.CO, Bangkok - Parlemen Thailand yang dikuasai pensiunan militer menggelar voting dengar pendapat pemakzulan mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra yang terjungkal tahun lalu.

    Keputusan bersalah dalam tuduhan penghamburan uang negara dapat membuat Yingluck, yang dilengserkan karena penyalahgunaan kekuasaan pada Mei tahun lalu--beberapa hari sebelum sebuah kudeta militer, diberedel dari politik selama lima tahun.

    Keamanan area gedung parlemen diperketat sejak Kamis, 22 Januari 2015, dengan sekitar seratus tentara dan personel kepolisian bercokol di sekitar gedung. Tak tampak pemrotes.

    Tuduhan terhadap Yingluck, perdana menteri perempuan pertama Thailand, terutama pada perannya dalam skema subsidi pembelian beras para petani yang membantunya meraih kemenangan meyakinkan dalam pemilihan umum 2011.

    Dalam sidang parlemen, hampir satu jam Yingluck berpidato dan membela skema subsidinya tersebut. Dia juga membantah seluruh tuduhan terhadap dirinya. 

    “Pelarangan buat saya untuk lima tahun akan mencederai hak-hak asasi saya,” ujar Yingluck dalam sidang hearing ketiga dan final atas kasusnya di National Legislative Assembly (NLA), parlemen Thailand, di Bangkok, Kamis, 22 Januari 2015. “Kasus ini bertujuan menyingkirkan saya dan memiliki agenda tersembunyi. Ini didorong motif politis,” kata Yingluck soal skema subsidi, seperti dilaporkan Reuters.

    Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha awal pekan ini membantah telah mengarahkan para anggota parlemen pada pilihan tertentu. (Baca: Pemilu Thailand Ditunda hingga 2016)

    Namun para pendukung Yingluck menegaskan tuduhan-tuduhan kepada perempuan itu merupakan bagian dari perluasan kampanye oleh junta militer, yang dikenal sebagai Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO), buat membatasi pengaruh keluarga dan partainya, Pheu Thai.

    “Orang-orang yang ingin membonsai pengaruhnya akan berbuat apa pun untuk mencegah Yingluck dan Partai Pheu Thai mengikuti pemilu mendatang,” ujar Jatuporn Prompan, pemimpin Front Bersatu Demokrasi Melawan Kediktatoran (UDD) yang pro-Yingluck.

    REUTERS | BANGKOK POST | DWI ARJANTO

    Terpopuler
    Menteri Susi Adukan Jonan ke DPR 
    Rara Beberkan Kronologi Kencan Putra Deddy Mizwar
    Deddy Mizwar Dinilai Tak Bisa Didik Anak 
    Beginilah Cara Mereka Mengeroyok KPK 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.