Oposisi Terus Tekan Arroyo, Militer Berusaha Netral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Kelompok oposisi terus menekan Presiden Filipina Gloria Aroyo untuk mundur dari jabatannya. Namun, kalangan militer sejauh ini menyatakan masih akan bersikap netral menghadapi krisis politik di negeri itu. Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Brigadir Jenderal Efren Abu, telah mengingatkan para perwiranya agara tidak terlibat dalam kampanye untuk melengserkan Arroyo. Ini masalah politik yang serius dan harus diselesaikan melalui melalui proses yang sah dan damai, tegasnya. Karena itu, ia meminta semua pihak tak berusaha menarik-narik kalangan militer ke kancah politik. Angkatan Bersenjata tak harus terlibat di dalam cara-cara yang bertentangan dengan konstitusi, ujar Abu merujuk para pensiunan jenderal yang berpihak ke kalangan oposisi. Pihak opoisisi telah menjadwalkan untuk menggelar unjuk rasa massal, Sabtu (9/7) di kota-kota besar Filipina menuntut pengunduran diri Arroyo. Namun, pihak kepolisian kota Manila justru menurunkan status dari siaga merah di kota itu. Situasinya masih mendekati normal. Hanya ada sekelompok kecil yang teroganisir, kata Kepala Polisi Metro Filipina, Vidal Querol. Sementara itu, juru bicara kepresidenan Igancio Bunye, menatakan bahwa Presiden Arroyo merasa, "Amat sedih dan merasa dikhianati," atas pengunduran diri enam menterinya kemarin. Sebab begitu mundur, mereka pun menuntut Arroyo menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden Noli de castro. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.