Menolak Buka Sumbernya, Wartawan Times Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengadilan Federal Amerika Serikat menahan wartawan The New York Times Judith Miller karena tidak bersedia menyebutkan sumber rahasianya. Reporter Majalah Time Matthew Cooper dibebaskan pada kasus yang sama karena bersedia bersaksi di pengadilan. Hakim Thomas Hogan menyatakan, Miller telah melawan keputusan pengadilan yang memerintahkannya membuka identitas narasumber. Miller mulai mendekam di tahanan sejak Rabu, hingga tim juri memberikan keputusan, Oktober mendatang. "Pengadilan harus mengambil tindakan hingga Miller menurut," kata Hogan dalam sidang, Rabu waku setempat. Miller dan Cooper dijerat karena mengungkapkan identitas agen rahasia CIA, Valerie Plame, yang menentang rencana invasi ke Irak. Keduanya dituduh melanggar hukum federal Amerika. Nama Plame pertama kali muncul di media massa melalui kolom yang ditulis reporter senior Robert Novack pada 2003 dengan mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih. Hogan menolak permohonan kuasa hukum Miller, Floyd Abrams dan Robert Bennet, agar kliennya diberikan tahanan rumah atau di penjara negara bagian Connecticut sehingga bisa dekat dengan suaminya. Menurutnya, Miller harus ditahan dengan harapan ia bersedia mengubah pendiriannya. Redaktur Pelaksana The New York Times Bill Keller memuji keberanian Miller menjaga kerahasiaan sumbernya. Ia menilai keputusan pengadilan sebagai "mengerikan". AFP/BBC/Boston Globe/Faisal

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.