'I Love You ISIS' di Akun Twitter Militer AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bocah Suriah menangis saat polisi mencari tas mereka setelah menyeberangi perbatasan Suriah dan Turki di Suruc, Sanliurfa, Turki, 23 September 2014. Badan pengungsi PBB mengatakan, sekitar 400.000 orang melarikan diri ke Turki dari wilayah Kurdi Suriah untuk menghindari serangan ISIS. AFP/Bulent KILIC

    Bocah Suriah menangis saat polisi mencari tas mereka setelah menyeberangi perbatasan Suriah dan Turki di Suruc, Sanliurfa, Turki, 23 September 2014. Badan pengungsi PBB mengatakan, sekitar 400.000 orang melarikan diri ke Turki dari wilayah Kurdi Suriah untuk menghindari serangan ISIS. AFP/Bulent KILIC

    TEMPO.CO, Florida - Akun media sosial pusat militer Amerika Serikat (Central Command) di Florida, Amerika Serikat, diretas oleh simpatisan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Peretas mem-posting berbagai ancaman kepada para tentara dan keluarga mereka serta alamat rumah para jenderal bintang empat.

    Peretasan tersebut terjadi pada Senin, 12 Januari 2015, ketika sebuah pesan yang bertuliskan "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, CyberCaliphate meneruskan jihad cyber mereka" muncul di akun Twitter militer AS. (Baca: Asyik Nge-tweet, Anggota ISIS Gagal Ngumpet)

    Para peretas juga mengubah foto cover di Twitter menjadi foto seseorang yang bertopeng dengan tulisan di bawahnya "I love you ISIS". Peretasan ini terjadi saat Presiden AS Barack Obama berpidato mengenai keamanan cyber.

    Video-video propaganda ISIS juga telah diunggah di akun YouTube CentCom milik militer AS. Salah satu posting-an ancaman itu berbunyi, "Tentara Amerika, kami datang. Berhati-hatilah!" Posting-an lainnya berbunyi, "Kami tak akan berhenti! Kami tahu semua tentangmu, istrimu, dan anak-anakmu."

    DAILY MAIL | WINONA

    Baca juga:
    Jadi Polemik, Jokowi Serahkan Soal Desa kepada JK
    Ingin Jadi Wanita, Pria Ini ke Pengadilan
    Para Pelatih yang Bikin Ronaldo Dapat Ballon d'Or
    Cara Ampuh DPR Tolak Budi Gunawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.