Senjata Peneror Paris Ini Gampang Dibeli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria bersenjata berhadapan dengan polisi dalam penyerangan berdarah ke kantor Charlie Hebdo di Paris 7 Januari 2015. ANNE GELBARD/AFP/Getty Images

    Pria bersenjata berhadapan dengan polisi dalam penyerangan berdarah ke kantor Charlie Hebdo di Paris 7 Januari 2015. ANNE GELBARD/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Paris -Para pelaku serangan berdarah terhadap Paris pada pekan lalu diketahui tak sulit-sulit amat memperoleh aneka senjatanya. Senapan otomatis Kalashnikov, peluncur granat M82, granat tangan dan pistol Tokarev, semuanya dimiliki oleh Koubachi bersaudara dan Amedy Coulibaly. Dan rupanya banyak tersedia di pasar, terutama dari sumber-sumber penyalur senjata geng-geng di kota.  

    Menurut Channel News Asia, seorang pakar penyelundupan senjata di Prancis, yang meminta disebut sebagai anonim mengatakan Coulibaly, yang melakukan penyanderaan di sebuah supermarket Yahudi pada Jumat 9 Januari 2015 dan membunuh 4 orang sebelum ditembak polisi anti teroris, memiliki senjata “dengan mudah”.

    “Coulibaly punya sebuah senapan semi otomatis bikinan pabrik Scorpion di Ceko. Itu sudah sekitar 30 tahun tersedia di pasar gelap Prancis. Itu disukai para penyelundup narkotika karena ukurannya kecil dan mematikan. Apalagi Kalashnikov, itu bahkan lebih gampang dibeli,” ujar sang sumber.

    Sementara itu, otoritas Prancis kian mengintensifkan operasi perburuan terduga kaki tangan dalam serangan teror terburuk di Paris lebih dari setengah abad yang menewaskan 17 orang pada pekan lalu.  (Baca: Ratusan Warga Afganistan Puji Penyerang Charlie)

    Seperti dilaporkan ABC News Senin 12 Januari 2015, polisi sudah menggeledah persembunyian Amedy Coulibaly -pria bersenjata tersangka pembunuh seorang polisi dan lalu empat lainnya- sebagai basis persiapan serangannya.

    CHANNEL NEWS ASIA | ABC NEWS | DWI ARJANTO

    Baca berita lainnya:
    Ternyata, Budi Gunawan Dapat Rapor Merah KPK
    Jonan Anulir Sanksi Maskapai, 'Siapa Yang Bodoh'

    Ahok Robohkan Ruko, Veronica: Kamu Tega !


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.