PM Irak Sebut AS Lamban Berantas ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membawa delapan petugas kepolisian Irak yang akan dieksekusi setelah diduga memberikan informasi pada pemerintah Irak. Delapan polisi ini berhasil menyusup kedalam militan ISIS dan memata-matainya untuk pemerintah Irak. dailymail.co.uk

    Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membawa delapan petugas kepolisian Irak yang akan dieksekusi setelah diduga memberikan informasi pada pemerintah Irak. Delapan polisi ini berhasil menyusup kedalam militan ISIS dan memata-matainya untuk pemerintah Irak. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Kairo - Irak melontarkan kritik kepada pemerintah Amerika Serikat yang dianggap lamban mengakomodasi koalisi internasional untuk memberantas kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS). Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat tak mampu mencegah kekuasaan ISIS di wilayah Irak dan Suriah.

    "Koalisi internasional sangat lamban dalam memberikan dukungan dan pelatihan bagi tentara-tentara di Irak," kata Abadi dalam pertemuan dengan kelompok wartawan saat kunjungannya ke Kairo, seperti dilansir New Delhi Television, Senin, 12 Januari 2015. (Baca juga: Penembak Kantor Media Anti ISIS Berbahasa Prancis)

    Sejak tahun lalu, ISIS telah mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan Suriah. Koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap basis ISIS di kedua negara dan memberikan dukungan militer kepada pasukan Irak.

    "Dukungan yang diberikan sangat lamban, tapi dalam dua minggu terakhir telah terjadi percepatan," ujar Abadi. Ia juga menuturkan telah terlihat percepatan perkembangan lebih lanjut oleh koalisi dalam memberikan bantuan bagi tentara Irak. (baca juga: ISIS Rekrut Remaja 14 Tahun untuk Bom Bunuh Diri)

    Ia mengaku telah berdiskusi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sissi mengenai proposal resolusi perdamaian dalam konflik di Suriah. Proposal itu akan berisi kesepakatan mengenai pemerintah administrasi bersama di wilayah-wilayah yang bisa kembali dikuasai dari tangan ISIS selama periode transisi. Tujuannya, kata dia, mencegah timbulnya kelompok teroris baru di daerah yang sudah terbebas dari kekuasaan ISIS.

    Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyatakan tentara Irak sedang dilatih dan dipersenjatai untuk tahap menghadapi serangan besar yang akan terjadi pada 2015. Namun Amerika bersama koalisi internasional juga terus melaksanakan serangan udara untuk menekan jalur kekuasaan ISIS.

    NDTV | ROSALINA

    Terpopuler Dunia:
    Kartun Muhammad Dicetak Ulang, Surat Kabar Diteror 
    AS Akan Tutup 15 Pangkalan Militernya di Eropa
    Rusia Larang Gay dan Lesbian Mendapat SIM 
    Obama Tunjuk Cohen Sebagai Wakil Direktur CIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.