Kitarovic, Presiden Perempuan Pertama Kroasia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokoh oposisi HDZ, Kolinda Grabar-Kitarovic, merayakan kemenangannya usai penghitungan suara pemilihan presiden Kroasia di markasnya di Zagreb, 11 Januari 2015. Tokoh konservatif populis menjadi presiden perempuan pertama Kroasia. REUTERS/Antonio Bronic

    Tokoh oposisi HDZ, Kolinda Grabar-Kitarovic, merayakan kemenangannya usai penghitungan suara pemilihan presiden Kroasia di markasnya di Zagreb, 11 Januari 2015. Tokoh konservatif populis menjadi presiden perempuan pertama Kroasia. REUTERS/Antonio Bronic

    TEMPO.CO, Zagreb - Seorang perempuan konservatif populis menjadi presiden pertama Kroasia setelah mengalahkan pihak inkumben kiri-tengah. Dialah Kolinda Grabar-Kitarovic, presiden perempuan pertama di antara ketidakpuasan atas krisis ekonomi yang melanda negeri itu.

    Komisi Pemilihan Umum Nasional setempat menyatakan, dari total 97 persen suara yang dihitung, Grabar-Kitarovic unggul dengan 50,54 persen pada pemilu Ahad kemarin. Sedangkan lawannya, Presiden Ivo Josipovic, memperoleh 49,46 persen. Ini berarti Grabar-Kitarovic menang dengan selisih tipis, 21 ribu suara.

    Grabar-Kitarovic adalah mantan menteri luar negeri, duta besar untuk Washington, dan mantan asisten Sekretaris Jenderal NATO. Pada Ahad, seperti dikutip dari Al Jazeera, Ahad, 11 Januari 2015, ia menyatakan, “Sangat percaya diri menang karena rakyat memilih untuk perubahan.” Ia juga mengkritik presiden Josipovic dan menganggapnya tidak melakukan apa pun untuk menghentikan kemerosotan ekonomi Kroasia, termasuk tingkat pengangguran 20 persen, salah satu yang tertinggi di Uni Eropa.

    Kemenangan Grabar-Kitarovic memberinya masa pemerintahan lima tahun dan membuka kesempatan kelompok kanan-tengah Kroasia kembali menduduki kekuasaan. Pemilu ini menjadi ujian bagi pemerintah Kroasia berhaluan kiri-tengah yang akan menghadapi pemilu parlemen akhir tahun ini di tengah kritik cara mengatasi krisis ekonomi. Kemenangan pihak konservatif bisa membawa Kroasia kembali pada nasionalisme sayap kanan yang membahayakan hubungan dengan negara tetangga, Serbia.

    AL JAZEERA | ATMI PERTIWI

    Berita Lainnya:
    AS Akan Tutup 15 Pangkalan Militernya di Eropa
    Rusia Larang Gay dan Lesbian Mendapat SIM 
    Obama Tunjuk Cohen Sebagai Wakil Direktur CIA
    Teroris di Supermarket Paris Terlibat ISIS 
    Denda Rp 7,7 Juta karena Makan Kelamaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?