AS Akan Tutup 15 Pangkalan Militernya di Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur siluman F-22 Raptor mengudara dari pangkalan militer Amerika Serikat di Pyeongtaek, Korea Selatan, untuk melakukan latihan militer (3/4). AP/Bae Jung-hyun, Yonhap

    Pesawat tempur siluman F-22 Raptor mengudara dari pangkalan militer Amerika Serikat di Pyeongtaek, Korea Selatan, untuk melakukan latihan militer (3/4). AP/Bae Jung-hyun, Yonhap

    TEMPO.CO, Washington - Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan bahwa angkatan bersenjata negara itu tidak akan lagi menggunakan 15 pangkalan militernya di seluruh Eropa. Program yang diumumkan Kamis, 8 Januari 2015 ini, adalah bagian dari restrukturisasi utama kehadiran militer AS di Eropa, yang akan memakan biaya sekitar US$ 1,4 miliar dan diperkirakan akan menghemat anggaran sekitar US$ 500 juta per tahun mulai awal 2020.

    Meskipun langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pasukan di beberapa lokasi di Eropa, AS berharap pada akhirnya ini akan memperkuat kemampuan militer negara itu di Eropa dengan memungkinkan untuk menggunakan sumber dayanya secara lebih efektif.

    AS saat ini memiliki sekitar 66.000 tentara yang dikerahkan di Eropa. Namun, jumlah ini tidak akan terpengaruh oleh langkah terbaru ini. Sebab, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat akan terus melakukan rotasi pasukannya di Eropa untuk pelatihan dan kegiatan NATO lainnya.

    Pangkalan militer AS di Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, Italia dan Portugis akan ditutup antara 2018 dan 2021, yang mengakibatkan sekitar 1.100 pekerja lokal kehilangan pekerjaan. "Saya tahu bahwa ini akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja lokal kami di beberapa lokasi," kata Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dalam sebuah pernyataan.

    Hagel menambahkan, restrukturisasi keseluruhan pangkalan militer di Eropa juga mencakup reposisi ribuan tentara AS dan personel sipil di wilayah ini dalam waktu dekat.

    "Pada akhirnya, transformasi ini infrastruktur kami akan membantu memaksimalkan kemampuan militer kami di Eropa dan membantu memperkuat kemitraan Eropa yang penting kami, sehingga kami dapat mendukung sekutu dan mitra NATO kami di wilayah ini," kata Hagel.

    Selain mengembalikan 15 pangkalan militer ke negara-negara tuan rumah, Departeman Pertahanan juga mengumumkan penempatan pesawat F-35 yang berbasis di Eropa di Pangkalan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Lakenheath. Pesawat pertama dijadwalkan tiba di RAF Lakenheath tahun 2020.

    Menurut Departemen Pertahanan, penempatan F-35 di Inggris ini akan mengakibatkan pengurangan sekitar 2.000 personel AS di negara itu selama beberapa tahun ke depan.

    ibtimes.com | The Hill | Abdul Manan

    Berita Lainnya
    Teror di Paris, Pria Muslim Penyelamat Ini Dipuji
    Skandal Pangeran Andrew Ditawar Jadi Film Porno
    Kartun Muhammad Dicetak Ulang, Surat Kabar Diteror  
    Rusia Larang Gay dan Lesbian Mendapat SIM
    Obama Tunjuk Cohen Sebagai Wakil Direktur CIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.