Perempuan Ini Paling Dicari Polisi Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku penembakan di supermarket Kosher, Hayat Boumeddiene (26). (dailymail)

    Pelaku penembakan di supermarket Kosher, Hayat Boumeddiene (26). (dailymail)

    TEMPO.CO, Paris - Hayat Boumeddiene, 26 tahun, istri Amedy Coulibaly, penyandera pengunjung toko grosir Yahudi, Hyper Cacher, di Paris timur, Prancis, 9 Januari 2015, menjadi orang yang paling dicari di Prancis.

    Boumeddiene diyakini telah melarikan diri meninggalkan Paris menuju Suriah melalui Turki dan Spanyol. Ia diyakini menyeberang ke Suriah melalui Turki pada Kamis, 8 Januari 2015, sehari setelah suaminya tewas ditembak oleh polisi dalam operasi pembebasan para sandera. (Baca:Gadis Cantik Ini Diduga Anggota Teroris Paris)

    Informasi yang dilansir Daily Mail, Jumat, 9 Januari 2015 mengatakan Boumeddiene telah membeli tiket pergi-pulang Istanbul-Madrid.

    Polisi telah memeriksa saudara kakak-adik yang menembak kantor redaksi majalah satirris Charlie Hebdo pada Rabu pagi, 7 Januari 2015, untuk mencari jejak Boumeddiene. (Baca:Istri Penyandera Supermarket di Paris Dulu Gadis Bikini)

    Ada ratusan percakapan telepon yang terekam dilakukan oleh Boumeddiene dan Izzana Hamyd, istri Cherif Kouachi, yang menembaki kantor Charlie Hebdo. Tercatat ada 500 percakapan telepon yang terjadi di antara keduanya tahun lalu.

    Otoritas Turki di Istanbul melaporkan melihat perempuan mirip Boumeddiene menyeberangi perbatasan Turki-Suriah pada Kamis, 8 Januari 2015. Tepatnya sehari setelah suaminya menembak mati seorang polisi perempuan dan empat sandera di Hyper Cacher. (Baca:Setelah Charlie Hebdo, Al-Qaeda Menarget Irlandia)

    DAILY MAIL | MARIA RITA    

    Baca juga:
    Kerja Sama dengan Palyja, DKI Bakal Rugi Rp 18 T
    Gunung Semeru Bisa Meletus Sewaktu-waktu
    Petisi Desak Jokowi Batalkan Budi Gunawan Beredar
    Tora Sudiro, Sulitnya Main Film Silat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.