Kemlu Ingatkan WNI Agar Waspada di Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor media satir Prancis

    Kantor media satir Prancis "Charlie Hebdo"' di Paris. Media kontroversial yang terbit pada 1992 ini terkenal dengan publikasinya yang sering menyinggung Umat Muslim dan gerakan Islam radikal. PIERRE VERDY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengatakan Kementerian memperingatkan warga negara Indonesia yang akan bepergian ke Prancis dan negara Eropa lain agar lebih berhati-hati. Peringatan tersebut juga disertai dengan imbauan agar mereka selalu mewaspadai keadaan sekitar.

    "KBRI dan perwakilan RI terdekat sudah menyampaikan kepada seluruh WNI untuk selalu waspada ketika berada di tempat keramaian," kata Arrmanatha Nasir ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 10 Januari 2015. (Baca: Teror di Paris, Ini Cerita Warga Indonesia )

    Menurut Arrmanatha, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris meminta seluruh WNI di Prancis berkomunikasi dengan KBRI jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membahayakan. "Masyarakat WNI yang tinggal di Prancis diharapkan terus berkomunikasi dengan KBRI," katanya.

    "Kami tidak mungkin melarang masyarakat yang ingin bepergian. Karena itu, kami hanya bisa mengingatkan mereka untuk berhati-hati, waspada, dan tidak mendekati wilayah-wilayah yang membahayakan." (Baca:Teror di Paris, Al-Qaeda Klaim Bertanggung Jawab)

    Di situs resmi Kementerian Luar Negeri, www.kemlu.go.id, juga ditayangkan imbauan  kepada WNI di Prancis dan seluruh masyarakat Indonesia yang akan bepergian Eropa, terutama Prancis.

    Peringatan serupa juga disampaikan melalui situs jejaring sosial Twitter lewat @Portal_Kemlu_RI. "Hati-hati dan cepat hubungi KBRI/Perwakilan RI terdekat jika terjadi sesuatu." Akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri itu juga mencuit, "WNI di Perancis agar terus waspada dan hubungi KBRI #Paris dan KJRI Marseilles apabila butuh bantuan."

    Sebelumnya, tiga aksi teror terjadi di Prancis dalam satu pekan. Pertama, penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu, 7 Januari 2015. Dua belas orang tewas dalam peristiwa tersebut.

    Lalu penyanderaan yang dilakukan oleh dua orang bersaudara yang diduga kelompok teroris yang menembaki awak Charlie Hebdo. Mereka menyandera seseorang di sebuah percetakan di Dammartin-en-Goele, sebuah kota 40 kilometer di sebelah timur laut Paris. Keduanya ditembak mati oleh kepolisian.(Baca:Penembak di Charlie Hebdo Pernah 'Cuci Otak'  )

    Terakhir, penyanderaan di supermarket kosher (supermarket yang menjual bahan pangan sesuai dengan hukum Yahudi) di Saint Mande, Porte de Vincenes, Paris, Jumat, 9 Januari 2015, yang menewaskan lima orang, termasuk seorang penyandera yang diduga anggota jaringan penyerang Charlie Hebdo.

    MAYA NAWANGWULAN

    Baca juga:
    Warga Kota Bekasi Adukan Indosat ke Polisi
    Jokowi-JK Hadir di Acara HUT PDIP
    Polisi Bekuk Buron Budiono Tan
    Wali Kota Sebut Iklan Indosat Melecehkan Bekasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.