Reaksi Media Timur Tengah Terhadap Teror di Paris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan khusus Polisi Prancis mengevakuasi warga setempat setelah pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah supermarket Kosher di Saint-Mande, Porte de Vincennes, Paris, Prancis, 9 Januari 2015. Martin Bureau/AFP/Getty Images

    Pasukan khusus Polisi Prancis mengevakuasi warga setempat setelah pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah supermarket Kosher di Saint-Mande, Porte de Vincennes, Paris, Prancis, 9 Januari 2015. Martin Bureau/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi teror beruntun yang terjadi di Paris, Perancis sontak menggegerkan dan mengguncang ketenangan negara yang terkenal dengan industri mode itu. Pada hari pertama, aksi brutal itu menelan 13 korban jiwa. Dan empat orang kembali meninggal saat pembebasan sandera di toko kelontong.

    Sontak, Paris kini menjadi perhatian seluruh dunia. Kutukan, kritikan dan tanggapan terhadap peristiwa kelam itu terlansir di seluruh media massa dunia, tidak terkecuali media massa negara-negara Timur Tengah.

    Berikut beberapa headline, editorial, artikel yang Timur Tengah yang dirangkum dan dilansir BBC. (Baca: Teror di Paris, Al-Qaeda Klaim Bertanggung Jawab)

    1. "Paris: Pembantaian Pada Rapat Redaksi", menjadi judul utama harian yang juga memiliki basis di London, AL-Sharq al-Awsat.

    2. "Pembantaian Di Jantung Paris" menjadi judul utama harian Aljazair El Khabar dan Al-Fadjr. (Baca: Teror di Paris, Ini Cerita Warga Indonesia)

    3. Rubrik editorial harian Mesir, Al-Yawm al-Sabi melansir "Teroris di Prancis dan Eropa sudah menembus sistem keamanan dan intelijen, dengan kata lain semua orang terancam."

    3. "Jalanan di Eropa, (di Prancis khususnya), telah dijadikan medan perang oleh pergerakan islam fanatik, radikal, dan ekstrim", seperti yang dilansir harian Israel, Jerusalem Post

    4. "Terorisme tumbuh dan menyebar akibat peran negatif Prancis menangani aksi teror", menjadi judul utama harian Uni Emirat Arab, Al-Khalij

    5. "Insiden ini membuktikan orang yang berbahasa Prancis atau memiliki paspor Uni Eropa dapat melakukan hal serupa di bagian Eropa manapun," seperti yang dilansir harian Iran, Sharq

    6. "Efek dari serangan tersebut akan menjadi bencana bagi muslim di Prancis," ujar seorang kalumnis di harian Aljazair Echorouk.

    BERBAGAI SUMBER | ANDI RUSLI

    Berita terpopuler lainnya:
    Interupsi Khotbah Jumat, FPI: Itu Kurang Beradab
    Heboh, Dosen IAIN Ajak Mahasiswa Belajar di Gereja
    Soal Charlie Hebdo, Ini Kata Penulis Ayat Setan
    'PNS Seksi' di Kota Bekasi Ditegur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.