Boko Haram Membunuh 100 Warga Nigeria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berdiri dekat lokasi kejadian pemboman di Masjid Pusat Kano, 28 November 2014. Orang bersenjata dengan membawa tiga bom neyerang jemaah Masjid pusat yang menewaskan 64 orang, yang merupakan tanda dari Militan Boko Haram. REUTERS/Stringer

    Petugas kepolisian berdiri dekat lokasi kejadian pemboman di Masjid Pusat Kano, 28 November 2014. Orang bersenjata dengan membawa tiga bom neyerang jemaah Masjid pusat yang menewaskan 64 orang, yang merupakan tanda dari Militan Boko Haram. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Baga - Kelompok bersenjata Boko Haram dilaporkan telah membunuh 100 orang dalam sebuah aksi kekerasan terbaru setelah mereka menguasai kota kunci dan pangkalan militer di timur laut Nigeria, Sabtu, 3 Januari 2015

    Kekerasan mematikan itu dilakukan Boko Haram ketika mereka berhasil mengontrol Kota Baga dan markas pasukan gabungan multinasional (MNUTF) yang terdiri dari pasukan Nigeria, Niger, dan Chad, pada Sabtu, 3 Januari 2015.

    Menurut keterangan kepala distrik Abba Hassan, Kamis, 8 Januari 2015, sedikitnya 100 orang tewas ketika Boko Haram untuk pertama kalinya mengambil alih kota di pojok Lake Chad. Selanjutnya, jelas Hassan, pemberontak Boko Haram menghancurkan sejumlah kota dan desa di negara bagian Borno. Kepala pemerintah lokal Kukawa, Musa Bakar, mengatakan, "Boko Haram membakar 16 kota dan desa termasuk Baga, Foron-Baga, Mile 4, Mile, Kauyen Kuros dan Bunduram."

    Keterangan tersebut dibenarkan Kepala Persatuan Pedagang Ikan Borno, Abubakar Gamandi. "Mereka membunuh ratusan warga yang terperangkap di kepulauan Lake Chad."

    Boko Haram telah menguasai lebih dari dua puluh kota di timur laut Nigeria dalam enam bulan terakhir. Sekarang ini mereka mengontrol seluruh tiga kawasan perbatasan dengan Niger, Chad, dan Kamerun. Koresponden Al Jazeera, Ahmde Idriss, dalam laporannya dari Kaduna, mengatakan, "Saat ini, Kota Baga benar-benar dalam penguasaan Boko Haram."

    Idriss menambahkan, ada laporan menyebutkan bahwa ratusan orang tewas akibat dihabisi nyawanya dalam aksi kekerasan, sedangkan korban tewas lainnya disebabkan tenggelam saat mereka melarikan diri ke Chad dan negara tetangga lainnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler

    Heboh, Dosen IAIN Ajak Mahasiswa Belajar di Gereja
    'PNS Seksi' di Kota Bekasi Ditegur
    Penyelam Belut Air Asia Jumpa Hiu: Assalamualaikum 
    Beresi Kisruh Penerbangan, Jonan Ikuti Cara Susi
    Perjanjian Pranikah Korban Air Asia Susahkan Risma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.