Polisi Prancis Endus Penyerang Charlie Hebdo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto pencarian Cherif Kouachi dan Said Kouachi, tersangka penyerangan kantor media Charlie Hebdo di Paris, dipublikasi kepolisian pada 8 Januari 2015.  REUTERS/Paris Prefecture de Police/Handout via Reuters

    Foto pencarian Cherif Kouachi dan Said Kouachi, tersangka penyerangan kantor media Charlie Hebdo di Paris, dipublikasi kepolisian pada 8 Januari 2015. REUTERS/Paris Prefecture de Police/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Paris - Polisi Prancis mengaku berhasil mengindentifiksai pelaku penyerangan terhadap majalah kartun Charlie Hebdo yang mengakibatkan 12 orang tewas, berikut empat kartunis dan dua perwira polisi.  Untuk keperluan pengejaran, polisi menyebarkan foto dua bersaudara yang diduga sebagai pelaku.

    Menurut polisi, dua bersaudara itu bernama Said Kouachi, 34 tahun, dan Cherif Kouachi, 34 tahun. Dalam keterangannya kepada media, polisi mengatakan, serangan mematikan pada Rabu, 7 Januari 2015, itu dibantu oleh seorang remaja tuna wisma di jantung kora Paris sebelum mereka melarikan diri dengan sebuah mobil.

    Sejumlah saksi mata mengatakan, para penyerang berbicara lancar dengan aksen Prancis dan meneriakkan "Allahu Akbar!" saat mereka menghamburkan peluru tajam ke arah kantor pusat Charlie Hebdo tak jauh dari monumen Bastille, ikon Kota Paris.

    Majalah kartun Charlie Hebdo sebelumnya pernah mendapatkan serangan pada 2011 karena dianggap menghina Nabi Muhammad, junjungan umat Islam. Serangan pada Rabu, 7 Januari 2015, terhadap mingguan ini mengundang kecaman dan kutukan dari penjuru dunia. Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan serangan itu merupakan aksi kaum teroris yang luar biasa. Adapun serangan lainnya, jelas Hollande, berhasil digagalkan oleh petugas keamanan.

    Saat ini, di Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya muncul ketakutan yang sangat tinggi setelah sejumlah orang kembali dari perang di Suriah dan Irak. Mereka dikhawatirkan melakukan serangan di dalam negeri. Dalam pidato yang disiarkan ke seluruh Prancis, Rabu malam, 7 Januari 2015, waktu setempat, Hollande berjanji akan memburu para pembunuh dan meminta pelaku lainnya menyerahkan diri. "Mari kita bersatu dan kami pasti menang," ujarnya. "Vive la France!"

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler


    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk pada Singapura?


    Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak 


    Jonan: Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja


    10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial


    Penyerang Charlie Hebdo: Ini Pembalasan Nabi!



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?