4 Kartunis Nyentrik Korban Serangan Charlie Hebdo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartunis Charlie Hebdo, Wolinski dan Cabu berfoto dengan Francois Cavanna di Festival Film Cannes di Cannes 2008. ANNE-CHRISTINE POUJOULAT/AFP/Getty Images

    Kartunis Charlie Hebdo, Wolinski dan Cabu berfoto dengan Francois Cavanna di Festival Film Cannes di Cannes 2008. ANNE-CHRISTINE POUJOULAT/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Paris - Serangan terhadap kantor Charlie Hebdo di Paris, Prancis, pada Rabu, 7 Januari 2015, menewaskan empat kartunis majalah mingguan tersebut. Mereka adalah Stephane Charbonnier, Jean Cabut, Bernad Velhac, dan Georges Wolinski.

    Keempat orang ini dikenal sebagai sosok seniman yang eksentrik. Selain gambar yang nyeleneh dan kerap memunculkan kontroversi, gaya hidup dan sikap mereka juga terbilang nyentrik. Berikut ini profil keempat kartunis Charlie Hebdo, seperti dirangkum dari Mashable.

    1. Stephane Charbonnier

    Pria yang akrab disapa Charb ini adalah Pemimpin Redaksi Charlie Hebdo. Charb cukup dikenal publik dan penikmat media di Prancis lantaran kerap tersandung perkara. Pada 2011, Charb masuk dalam daftar perlindungan polisi setelah kantor Charlie Hebdo dilempari bom. Ini terjadi setelah media itu merilis gambar Charb soal sosok Nabi Muhammad SAW. Namun Charb tak kapok. "Satu-satunya hal yang menjadi ancaman bagi pers adalah sensor yang dilakukan oleh diri sendiri," kata dia kepada France24.

    Pada 2013, Charb masuk dalam daftar sosok yang paling dicari oleh kelompok teroris Al-Qaeda. Lagi-lagi, Charb tak takut. Charb tetap membuat karya-karya nyeleneh yang dia nilai sebagai bentuk kritik terhadap bermacam persoalan, termasuk agama. "Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya memilih untuk mati berdiri daripada hidup tapi berlutut. Saya juga tak takut dengan aksi pembalasan," kata dia kepada Le Monde.

    Hidup Charb pun berakhir di tangan teroris, yang tak suka dengan karya dan sikapnya. Dalam serangan berdarah Rabu siang, para teroris dikabarkan mencari dan menanyakan sosok Charb pada beberapa orang. Setelah bertemu muka dengan Charb, si eksekutor langsung memberondongkan timah panas 7,62 milimeter dari moncong senapan Avtomat Kalashnikov 47.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.