Kartunis Dunia Kecam Tragedi Charlie Hebdo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menunjukan pena dan tulisan

    Seorang wanita menunjukan pena dan tulisan "Tidak Takut" di tangannya saat mengikuti aksi solidaritas bagi korban penembakan Charlie Hebdo di Paris, Prancis, 7 Januari 2015. 12 orang termasuk editor, tiga kartunis tewas dalam penyerangan ini. AP/Thibault Camus

    TEMPO.CO, Paris - Kantor majalah mingguan Charlie Hebdo di Paris, Prancis, diserang orang tak dikenal, Rabu, 7 Januari 2015. Dalam peristiwa itu, 12 orang tewas. Melalui karikatur, para kartunis dunia mengecam aksi brutal itu.

    Laman the Daily Beast memuat 15 karikatur dari berbagai media massa yang menggambarkan tragedi penembakan tersebut. Sebagian besar karikatur berisi kecaman terhadap para penyerang bersenjata yang membunuh orang karena membuat gambar satir. (Baca: Majalah Anti-ISIS ini Ditembaki Saat Rapat Redaksi)

    David Fitzsimmons membuat karikatur berisi kecaman atas pembunuhan di Charlie Hebdo yang dimuat The Arizona Daily Star. Gambarnya tentang lengan seseorang yang teracung dari bawah awan, menggenggam pisau berlumur darah. "Kami sudah membalaskan dendammu. Tak ada seorang pun yang akan membuat karikatur tentangmu lagi!" kata si pemilik lengan, seolah berbicara kepada seseorang di langit. Sedangkan seorang pria berjanggut putih dan berjubah yang berada di atas awan justru terlihat cemas. "Orang-orang ini sungguh gila," pikirnya.

    Satish Acharya dari India membuat karikatur yang menggambarkan ruangan Charlie Hebdo yang porak-poranda dan berlumuran darah. Di ruangan itu ada dua orang berbaju hitam serta bertopeng yang menyandang senjata dan peluncur roket. Seorang di antara mereka menggenggam kuas lukis. "Apa, sih, sebenarnya senjata kecil ini yang bisa membuat kita begitu terluka?" tanya rekannya yang penasaran dengan kuas itu.

    Kartunis media Inggris, The Guardian, Steve Bell, mengecam keras aksi kekerasan terhadap Charlie Hebdo. Kepada BBC, Steve mengatakan, dunia harus melawan kelompok-kelompok berbahaya seperti itu. "Kita harus berani mempertahankan hak untuk melawan para monster, orang-orang idiot dan bodoh, serta maniak itu yang berkeliling dengan kostum hitamnya seperti sekte kematian dan mencoba menakuti-nakuti kita," katanya. (Baca: Penyerang 'Pembalasan Nabi' Charlie Hebdo Tewas)

    Serangan terhadap Charlie Hebdo terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 42 detik yang diambil dari sebuah gedung di dekat lokasi kejadian. Dalam video tersebut tampak dua orang yang mengenakan penutup kepala dengan setelan hitam dan rompi antipeluru turun dari mobil city car hitam yang diparkir di tengah jalan dan menembak memakai senapan serbu. Polisi dikabarkan sudah mengetahui identitas para penembak itu. (Baca: Penyerang Majalah Anti-ISIS Kakak-Adik, Siapa Dia?)

    GUARDIAN | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

    Terpopuler:
    Ekor Air Asia Ditemukan, Penyelam Kehabisan Oksigen
    Ekor Air Asia Ditemukan di Dasar Laut
    Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak 
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk Singapura? 
    Ekor Air Asia Ditemukan Terbalik dan Koyak
    Yogyakarta Bicara Hotel dan Kampung di Belakangnya
    Penyerang Charlie Hebdo: Ini Pembalasan Nabi!
    Ini Penyebab Kantor Media Charlie Hebdo Ditembaki  

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.