Wartawan Australia Kesal Tak Diajak Abbott ke Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Asutralia Tony Abbott bersama istrinya Margie berdoa saat memberikan bunga untuk dua korban tewas dalam penyanderaan di cafe Lindt di Martin Place, Sydney, 16 Desember 2014. Jennifer Polixenni Brankin/Getty Images

    Perdana Menteri Asutralia Tony Abbott bersama istrinya Margie berdoa saat memberikan bunga untuk dua korban tewas dalam penyanderaan di cafe Lindt di Martin Place, Sydney, 16 Desember 2014. Jennifer Polixenni Brankin/Getty Images

    TEMPO.CO, Canberra - Perdana Menteri Tony Abbott dikecam media massa Australia karena tidak mengajak para wartawan dan kamerawan dalam kunjungan mendadaknya ke Irak, Ahad, 4 Januari 2015.

    Rombongan awak stasiun televisi yang menemani perjalanan Abbott ke Uni Emirat Arab berharap bisa mengikutinya saat mengunjungi pasukan Australia di Timur Tengah.

    Namun, para awak ditinggalkan di Dubai ketika Abbott berangkat ke Irak. Di sana, dia berpidato di depan pasukan dan memberikan pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.

    Media-media Australia biasanya mengirim kamerawan yang merekam acara dalam suatu pool atau rombongan. Biaya peliputan ditanggung bersama, sedangkan hasilnya dibagi ke seluruh jaringan. Kunjungan tersebut biasanya juga diikuti oleh reporter dan produser media. (Baca: 8 Alasan Teror di Australia Terkait ISIS)

    Namun, dalam kunjungan kali ini, tidak ada wartawan yang diundang. Hanya wartawan Irak yang hadir dalam pernyataan bersama kedua perdana menteri.

    "Pemerintahan sekarang, sejak dilantik, telah memberlakukan budaya rahasia dan menurut saya itu tidak membantu, tidak cerdas, dan tidak adil bagi rakyat Australia," kata pelaksana pemimpin oposisi, Tony Burke, seperti dilansir Guardian.

    Perdana Menteri John Howard, Kevin Rudd, dan Julia Gillard selalu mengajak awak media pool ketika mengunjungi pasukan Australia di Timur Tengah.

    Kantor media PM Abbott memberikan transkrip kunjungan ke Irak, termasuk konferensi pers, saat Abbott menyebut Abadi sebagai presiden dan bukan perdana menteri. Kunjungan mendadak tersebut, menurut Abbott, direncanakan berlangsung sebelum Hari Natal. Namun jadwal tertunda karena insiden penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney. (Baca: Penyanderaan,KJRI: Publik Sydney Dukung Umat Islam)

    Menurut Abbott, keputusannya tidak mengajak wartawan bertujuan menghindari masalah keamanan. Dalam kunjungan tersebut, selain bersantap siang dengan hidangan daging panggang bersama pasukan Australia di Irak, Abbott juga mengucurkan dana kemanusiaan tambahan senilai AUS$ 5 juta.

    GUARDIAN | NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur
    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?
    Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.