Iran Tolak Perketat Aturan Penggunaan Jilbab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • perempuan Iran dan binatang peliharaannya (telegraph.co.uk)

    perempuan Iran dan binatang peliharaannya (telegraph.co.uk)

    TEMPO.CO, Teheran - Dewan Pengawal Konstitusi Iran mengeluarkan putusan menolak memberikan wewenang lebih besar kepada polisi untuk mewajibkan perempuan mengenakan jilbab.

    Dewan Pengawal Konstitusi yang beranggotakan 12 tokoh menganggap draf undang-undang yang memuat pemberian wewenang yang lebih besar bagi polisi untuk mewajibkan perempuan mengenakan jilbab bertentangan dengan konstitusi. Dewan kemudian mengembalikan draf undang-undang itu ke parlemen untuk diamendemen.

    Putusan Dewan Pengawal Konstitusi itu dilansir oleh media pemerintah Iran, IRNA, pada Sabtu, 3 Januari 2015.  (Baca: Iran Identifikasi Setiap Pengguna Internet )

    Sejak revolusi 1979, pemerintah Iran memberlakukan hukum Islam yang mewajibkan perempuan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan memakai jilbab untuk menutupi kepala dan leher mereka.

    Saat ini, perempuan-perempuan di Iran tidak lagi sepenuhnya mematuhi aturan itu. Mereka memilih menggunakan penutup kepala (scarf) dan celana panjang ketat. (Baca:Gadis Iran Penonton Bola Voli Bebas dari Tahanan )

    IRNA | RFERL.ORG | MARIA RITA

    Baca juga:
    Munas Islah Golkar, Agus Gumiwang Menolak Maju
    4 Korban Air Asia Dikirim ke Surabaya Malam Ini

    Murray Raih Gelar Perdana di 2015 Tanpa Betanding

    Kim Jong-un 'Buka Pintu' untuk Korea Selatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.