Macet Tahun Baru, Bekas Presiden Batal Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan preiden Taiwan Chen Shui-bian melambaikan tangan saat tiba di Pengadilan Tinggi  Taiwan,  Taipei (11/6). AP/Chen Shin-han

    Mantan preiden Taiwan Chen Shui-bian melambaikan tangan saat tiba di Pengadilan Tinggi Taiwan, Taipei (11/6). AP/Chen Shin-han

    TEMPO.CO, Taiwan - Mantan Presiden Taiwan, Chen Shui-bian, yang dipenjara karena korupsi, gagal rayakan dua momen bersejarah di awal 2015 lantaran macet. Semestinya, Chen merayakan status bebas bersyarat sekaligus tahun baru.

    Arus lalu lintas yang sangat padat saat pergantian tahun membuat mobil pembawa dokumen pembebasan bersyarat Chen terjebak macet. Mobil itu akan menuju Kementerian Kehakiman guna menyerahkan dokumen dari Rumah Sakit Umum Veteran Taichung yang berisi data kesehatan Chen yang semakin memburuk sejak dijebloskan ke penjara. Dokumen itu pula yang memberikan rekomendasi untuk membebaskan Chen.

    Sekitar 300 pendukung Chen, termasuk mantan Wakil Presiden, Annette Lu Hsiu-lien, yang telah menunggu di luar Penjara Taichung, kecewa. BBC menuliskan kendaraan pembawa dokumen telah menuju Kementerian Kehakiman sejak Rabu siang, 31 Desember 2014.

    Namun, dokumen tersebut tiba di menit-menit terakhir sebelum pukul 18.00. Akibatnya, tim penilai dari Kementerian Kehakiman tak dapat memberikan keputusan mengani pembebasan Chen pada saat itu juga. Chen terpaksa memendam suka ria pembebasan karena masih harus mendekam di balik sel penjara hingga Senin pekan depan.

    Chen divonis selama 20 tahun penjara sejak 2010 silam. Chen terbukti melakukan pencucian uang dan menerima suap. Chen dihukum tak lama setelah mundur dari jabatannya sebagai Presiden Taiwan pada 2008.

    Chen kini didiagnosa menderita beberapa penyakit, seperti depresi dan parkinson. Dia sudah disidang beberapa kali untuk meyakinkan otoritas Taiwan agar membebaskan dengan alasan kesehatan. Tahun lalu, ia bahkan mencoba untuk bunuh diri.

    Pendukungnya, Annette, menuding vonis Chen bersifat politis. Saking loyalnya, Annette melakukan mogok makan agar pemerintah memberi perhatian lebih. Namun, saat malam pergantian tahun ia justru dibawa ke rumah sakit karena alasan kesehatan lantaran aksinya itu.

    DINI PRAMITA| BBC

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Sultan Yogya Dinilai Lembek Menyikapi Intoleransi
    Pertamax, Sekarang Rp 8.800 per Liter
    Geng Motor Celurit Pemungut Sampah di Taman Mini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.