Helikopter Jatuh Saat Salurkan Bantuan Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Shamil Zhumatov

    REUTERS/Shamil Zhumatov

    TEMPO.CO, Jakarta - Helikopter polisi Malaysia dikabarkan jatuh saat membawa bantuan untuk korban banjir di bagian timur laut Malaysia. Kejadian ini mengakibatkan empat anggota awak pesawat terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. (Baca : Ibu dan Anak WNI Jadi Korban Banjir Malaysia)

    Helikopter tersebut seharusnya menyalurkan bantuan di Kabupaten Tanah Merah, Kelantan, Malaysia. Kecelakaan terjadi pada Rabu malam, 31 Desember 2014. "Helikopter berusaha memberikan paket makanan untuk korban banjir," kata Kepala Polisi, Kelantan, Mazlan Lazim, seperti yang dilansir dari kantor berita AFP, Kamis, 1 Januari 2015. (Baca : Ini Persamaan Banjir di Indonesia dan Malaysia)

    Kata Mazlan, heli dikerahkan karena kondisi jalan yang terkena banjir rusak parah dan sulit dilalui. Saat ini, satu awak pesawat telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

    Lebih dari sepekan terakhir, banjir bandang melanda bagian timur laut Malaysia. Sedikitnya ada 25 orang meninggal dunia dan delapan orang dikabarkan hilang. Sekitar 158.476 orang di Kelantan kehilangan tempat tinggal, sedangkan 83.570 orang lainnya di wilayah Pahang, Perak, Terengganu, dan Johor juga terpaksa mengungsi.

    Meski telah surut, sekitar 167 ribu warga masih mengungsi di posko-posko penampungan. Pejabat setempat belum memperbolehkan warga kembali ke rumahnya karena dikhawatirkan adanya wabah penyakit yang biasa muncul usai banjir.

    Penanganan oleh pemerintah Malaysia yang terkesan lamban menuai banyak kritikan. Para korban banjir terdampar di daerah terpencil serta sulit mendapat bantuan air bersih dan makanan.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Terpopuler
    Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry
    Ahok Promosikan Penemu Puing Air Asia, Siapa Dia?
    Tayangan Air Asia, KPI Sentil Tiga Stasiun TV
    Fakta tentang 15 Korban Air Asia QZ8501  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.