Banjir dan Tanah Longsor di Filipina, 53 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berusaha melewati banjir yang diakibatkan oleh badai tropis Fung-Wong di Marikina, Manila, Filipina, 19 September 2014. Badai tropis Fung-Wong menyebabkan sekolah dan kantor pemerintahan ditutup. AP/Bullit Marquez

    Sejumlah warga berusaha melewati banjir yang diakibatkan oleh badai tropis Fung-Wong di Marikina, Manila, Filipina, 19 September 2014. Badai tropis Fung-Wong menyebabkan sekolah dan kantor pemerintahan ditutup. AP/Bullit Marquez

    TEMPO.CO, Manila - Banjir bandang dan tanah longsor di Fipilina Tengah dan Selatan, Rabu, 31 Desember 2014, menewaskan sedikitnya 53 orang. Menurut Badan Bencana Nasional Filipina, bencana tersebut akibat hujan turun berhari-hari menghantam negara-negara di Asia Tenggara.

    Sebelumnya, rakyat Filipina dikejutkan dengan serangan badai tropis Jangmi menyebabkan sekitar 86.000 orang di Provinsi Surigao del Sur, Bohol, dan Cebu dievakuasi.

    Angin lesus tersebut melumat nyawa 18 orang pada bulan ini dan  memaksa satu juta penduduk diungsikan ke tempat-tempat penampungan sementara. Menurut lembaga PBB, pengungsian merupakan terbesar di dunia selama masa damai.

    Selain Filipina, negeri jiran Malaysia juga dilanda banjir terburuk selama satu dekade ini.  Air bah tersebut, menurut pejabat Malaysia, Selasa, 30 Desember 2014, memaksa seperempat juta penduduk meninggalkan rumah masing-masing.

    REUTES | CHOIRUL

    Baca juga:
    Pembunuh Bersenjata Bom Ikan Resahkan Lumajang
    Malam Tahun Baru di DKI, Lokasi Ini Rawan Tawuran
    Premium Turun, Begini Formula Penetapan Harganya
    Kenapa Ruang Ini Jadi Crisis Center Air Asia?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.