Arroyo Mulai Digoyang Pembuhulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila: Kekuasaan Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo mulai digoyang. Anggota legislatif Rodante Marcoleta telah mengajukan dakwaan pembuhulan (impeachment), yang diberkas oleh pengacara swasta Oliver Lozano. Dasar pembuhulan Marcoleta adalah, Arroyo telah "mengkhianati kepercayaan rakyat". Dikatakannya, proses ini satu-satunya jalan paling sah dan konstitusional untuk memecahkan krisis setelah Arroyo dituduh memanipulasi hasil pemilihan presiden tahun lalu. Arroyo memang mengaku, Senin (27/6) lalu, telah menghubungi seorang pejabat komisi pemilu saat pemilihan presiden berlangsung. Namun ia membantah memengaruhi hasil pemilihan. Sebuah komite di DPR Filipina akan memutuskan apakah pengajuan itu memiliki dasar yang cukup untuk diajukan kepada 250 anggota legislatif. Setelah itu, dakwaan juga membutuhkan dukungan minimal sepertiga anggota sebelum diajukan ke Senat. Bila Senat setuju, akan dibentuk sidang pembuhulan.Pengamat mengatakan, proses yang kompleks itu akan mentok karena Arroyo memiliki banyak sekutu di parlemen. Di sisi lain, langkah Marcoleta akan membuat tidak ada upaya lain untuk menggulingkan Arroyo. Anggota kongres dari oposisi, Francis Escudero mengatakan upaya pembuhulan lain tidak bisa diajukan lagi sebab aturan parlemen hanya menyetujui satu usulan selama setahun. Bila gagal, tidak ada langkah konstitusional lainnya yang bisa diambil untuk menggulingkan Arroyo. Pembuhulan terakhir dilakukan pada 2000 untuk menggulingkan Presiden Joseph Estrada dituduh menggelapkan uang masyarakat sebesar US$ 80 juta. Usaha itu gagal karena Estrada memiliki sekutu di Senat. AFP|Deddy Sinaga

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.