Turki Bebaskan Siswa Penghina Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Tayyip Erdogan (kanan), Ketua parlemen Turki Cemil Cicek dan Kepala Staf Umum Necdet Ozel (kiri) menghadiri upacara hari wafatnya Kemal Ataturk, di makam Mustafa Kemal Ataturk, di Ankara, 10 November 2014. Ataturk, adalah presiden pertama Turki dari 1923 dan pendiri negara sekuler modern, meninggal pada 10 November 1938 diusia 57 tahun. REUTERS/Umit Bektas

    Presiden Turki Tayyip Erdogan (kanan), Ketua parlemen Turki Cemil Cicek dan Kepala Staf Umum Necdet Ozel (kiri) menghadiri upacara hari wafatnya Kemal Ataturk, di makam Mustafa Kemal Ataturk, di Ankara, 10 November 2014. Ataturk, adalah presiden pertama Turki dari 1923 dan pendiri negara sekuler modern, meninggal pada 10 November 1938 diusia 57 tahun. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Ankara - Pengadilan Turki, Jumat, 26 Desember 2014, memerintahkan pembebasan siswa SMA yang sebelumnya dituduh menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan. Remaja berusia 16 tahun yang diidentifikasi berinisial MEA, menurut sejumlah laporan media, dibebaskan setelah pengacaranya menyampaikan keberatan atas penahanan tersebut.

    "Dia dibebaskan setelah pengacara remaja tersebut keberatan atas penahanannya di Kota Konya," tulis kantor berita Dogan.

    Sebelumnya, petugas keamanan Turki menahan remaja tersebut karena dianggap telah menghina Presiden Erdogan. Menurut sejumlah laporan media setempat, bocah itu menuduh Presiden Erdogan dan partai berkuasa yang dipimpinnya korupsi. Anak muda itu selanjutnya ditahan pada Rabu, 24 Desember 2014, di SMA tempat dia belajar, di Kota Konya, Turki tengah. Media Turki menulis, dia menyampaikan tuduhan tersebut dalam pidato pada Rabu, 24 Desember 2014, di Kota Konya, Anatolian Tengah. Kota ini merupakan basis Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) pimpinan Presiden Erdogan.

    "Remaja belia ini bakal diganjar kurungan penjara selama empat tahun jika tuduhan jaksa terbukti," tulis media.

    Pemerintahan Turki saat ini berhadapan dengan gelombang unjuk rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2013 melawan apa yang disebut dengan kebijaksanaan otoriter dan konservatif Erdogan. Pria ini sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Turki.

    Lingkaran dekat pemerintahan dan kelompok bisnis tertentu yang memiliki kedekatan dengan partai mendapatkan sorotan masyarakat karena terlibat dalam skandal korupsi. Bahkan empat menteri kabinet Presiden Erdogan dituduh melakukan penyuapan. Erdogan yang terpilih dalam pemilihan presiden pada Agustus 2014, menuduh bekas sekutu yang sekarang berbalik jadi musuhnya, Fethullah Gulen, berada di balik isu skandal korupsi.

    AL ARABIYA | AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.