Turki Menahan Siswa Penghina Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Ermine melambaikan tangan ke arah para pendukungnya ketika merayakan kemenangan pilpres di depan markas partainya, di Ankara, Turki, Ahad 10 Agustus 2014. Erdogan mengamankan posisinya dalam pemilihan presiden secara langsung yang pertama dalam sejarah Turki dengan meraih lebih dari 50 persen suara. REUTERS/Murad Sezer

    Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Ermine melambaikan tangan ke arah para pendukungnya ketika merayakan kemenangan pilpres di depan markas partainya, di Ankara, Turki, Ahad 10 Agustus 2014. Erdogan mengamankan posisinya dalam pemilihan presiden secara langsung yang pertama dalam sejarah Turki dengan meraih lebih dari 50 persen suara. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO.CO, Ankara - Petugas keamanan Turki menahan seorang siswa sekolah berusia 16 tahun karena dianggap telah menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan. Menurut sejumlah laporan media setempat, bocah tersebut menuduh Presiden Erdogan dan partai berkuasa yang dipimpinnya korupsi.

    Anak muda yang diidentifikasi dengan nama samaran MEA oleh media Turki ditahan pada Rabu, 24 Desember 2014, di SMA tempat dia belajar, di Kota Konya, Turki tengah. Media Turki menulis, dia menyampaikan tuduhan tersebut dalam pidato pada Rabu, 24 Desember 2014, di Kota Konya, Anatolian Tengah. Kota ini merupakan basis Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) pimpinan Presiden Erdogan.

    "Remaja belia ini bakal diganjar kurungan penjara selama empat tahun jika tuduhan jaksa terbukti," tulis media.

    Pemerintahan Turki saat ini berhadapan dengan gelombang unjuk rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2013 melawan apa yang disebut dengan kebijaksanaan otoriter dan konservatif Erdogan. Pria ini sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Turki.

    Lingkaran dekat pemerintahan dan kelompok bisnis tertentu yang memiliki kedekatan dengan partai mendapatkan sorotan masyarakat karena terlibat dalam skandal korupsi. Bahkan empat menteri kabinet Presiden Erdogan dituduh melakukan penyuapan. Erdogan yang terpilih dalam pemilihan presiden pada Agustus 2014, menuduh bekas sekutu yang sekarang berbalik jadi musuhnya, Fethullah Gulen, berada di balik isu skandal korupsi.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita lain:
    Video ISIS Ancam TNI Beredar di YouTube
    Perkosa WN Cina, Petugas Keamanan Bandara Dibekuk
    Dapat Salam Natal di Pesawat, Pria Ini Ngamuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.