Paus: Pengungsi Korban ISIS seperti Yesus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus. REUTERS/Tony Gentile

    Paus Fransiskus. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Fransiskus merayakan malam Natal di Basilika Santo Petrus dengan menelepon beberapa warga Irak yang mengungsi karena serangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Fransiskus berbicara dengan para pengungsi yang tinggal di penampungan Ankawa, kawasan pinggiran Erbil, Irak Utara. (Baca: Ini 15 'Penyakit' di Tubuh Pejabat Gereja Vatikan)

    Paus mengibaratkan para korban ISIS itu seperti Yesus, yang terpaksa mengungsi karena tidak ada tempat. "Kau seperti Yesus pada malam ini, dan saya memberkati kalian," kata Fransiskus seperti dikutip The Guardian, Kamis, 25 Desember 2014.

    Dalam percakapan yang disiarkan oleh TV 2000, televisi resmi wali gereja, Paus mendoakan para pengungsi agar selalu diberkati. (Baca: Paus Fransiskus 'Hajar' Pejabat Gereja Vatikan.

    "Saya memeluk kalian dan semoga sucinya Natal membawa berkat untuk semua," katanya. Mayoritas pengungsi di Ankawa memang penganut Kristen.

    Dalam sebuah surat kepada Perwalian Kristen di Timur Tengah pada awal pekan ini, Paus Fransiskus meminta mereka untuk tetap tinggal di wilayah tersebut. Sebab kawasan itu sudah dihuni komunitas Kristen sejak 2.000 tahun silam.

    Paus meminta para pengungsi untuk membantu warga Muslim yang kesulitan. Ia menyebut wajah Islam sebagai agama yang damai. (Baca: 5 Pernyataan Kontroversial Paus Fransiskus)

    THE GUARDIAN|SYAILENDRA

    Terpopuler:
    Militer AS Luncurkan Pelacak Santa Claus 
    Kebenaran Penembak Osama bin Laden, Diragukan
    Gerilyawan Bodo India Serbu Desa, 50 Tewas 
    Mantan Presiden Bush Dilarikan ke Rumah Sakit
    5 Pernyataan Kontroversial Paus Fransiskus



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.