Pesan Natal Paus Fransiskus untuk Timur Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus disambut oleh puluhan ribu umat Katolik di upacara beatifikasi Paul Yun Ji-Chung, di Seoul, Korsel, 16 Agustus 2014. Fransiskus yang dibeatifikasi 124 martir, mengatakan bahwa kesediaan nenek moyang mereka untuk mati daripada menyangkal iman mereka dua abad lalu adalah model misionaris Asia saat ini. (AP/Yonhap)

    Paus Fransiskus disambut oleh puluhan ribu umat Katolik di upacara beatifikasi Paul Yun Ji-Chung, di Seoul, Korsel, 16 Agustus 2014. Fransiskus yang dibeatifikasi 124 martir, mengatakan bahwa kesediaan nenek moyang mereka untuk mati daripada menyangkal iman mereka dua abad lalu adalah model misionaris Asia saat ini. (AP/Yonhap)

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Fransiskus menulis surat kepada umat Nasrani di Timur Tengah sebagai peringatan Natal. Menurut dia, surat ini adalah kepedulian terhadap mereka yang masih mendengarkan lagu Natal diiringi tangis dan penderitaan karena konflik.

    "Musim Natal akan diiringi air mata dan keluhan," tulis Paus asal Argentina ini, seperti dilansir kantor berita Vatikan, Kamis, 25 Desember 2014. (Baca: Paus Fransiskus 'Hajar' Pejabat Gereja Vatikan)

    Paus Fransiskus menyoroti perang dan konflik horizontal yang masih terjadi di Timur Tengah. Menurut dia, permusuhan itu lebih banyak menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan. Kemalangan itu dipicu oleh aksi organisasi teroris baru yang melakukan berbagai macam pelanggaran dan tindakan tak manusiawi. (Baca: 5 Pernyataan Kontroversial Paus Fransiskus)

    Paus dari Ordo Jesuit pertama ini mengatakan konflik di Timur Tengah membuatnya terus memikirkan banyak kelompok tertindas. Anak-anak, ibu muda, lansia, dan seluruh pengungsi harus menghadapi musim dingin Natal tanpa tempat berlindung yang layak. "Saya menawarkan kedekatan dan solidaritas untuk terus menumbuhkan harapan kepada Anda semua," ujarnya. (Baca: Al-Quran Dibacakan untuk Pertama Kali di Vatikan)

    Menurut Paus Fransiskus, situasi sulit itu justru menjadi kesempatan untuk mempererat solidaritas antarumat beragama. Makin sulit situasi yang dihadapi, kata dia, dialog inter religius makin penting. Sebab, dialog menjadi cermin keterbukaan dalam kebenaran dan cinta. "Dialog menjadi penawar racun mujarab bagi virus fundamentalisme yang menjangkiti seluruh agama di dunia," katanya.

    Paus ke-266 ini mengakhiri suratnya dengan menitipkan pesan kepada pemimpin dunia untuk mempromosikan kedamaian lewat negosiasi dan diplomasi. "Sudah saatnya saudara kita di Timur Tengah menikmati kedamaian,” ujarnya.

    VATICAN TODAY | RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Terpopuler:
    MUI Tak Haramkan Muslim Ucapkan Selamat Natal
    Bima Arya: Tidak Ada Jamaah GKI Yasmin
    KPK: Tiga Lembaga ini Tak Dukung Menteri Susi
    Tiket Kereta Api Dipalsu, Ini Modus Pelaku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.