Shinzo Abe Kembali Pimpin Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersalaman dengan PM Jepang, Shinzo Abe, sebelum pertemuan bilateral kedua pemimpin di Beijing, 10 November 2014. Foto: Fasmed Kemlu

    Presiden Jokowi bersalaman dengan PM Jepang, Shinzo Abe, sebelum pertemuan bilateral kedua pemimpin di Beijing, 10 November 2014. Foto: Fasmed Kemlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Shinzo Abe kembali terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang. Abe menang meyakinkan dengan perolehan 328 suara, sedangkan lawannya Katsuya Okada yang hanya memperoleh 73 suara.

    "Rakyat memberikan mandat untuk menjalankan Abenomik," ujarnya di gedung Parlemen, Tokyo, Rabu, 24 Desember 2014, seperti yang dilansir Daily Mail. Abenomik adalah skema kebijakan ekonomi yang dicanangkan oleh Abe sendiri.

    "Saya akan menguatkan perekonomian," katanya. Sebagai langkah awal, pekan ini, Abe akan menerapkan kebijakan moneter senilai US$ 25 miliar untuk menanggulangi dampak kenaikan pajak. (Baca: Jepang Bayar Royalti Bengawan Solo)

    Ihwal susunan kabinet, media lokal Jepang, memprediksikan tidak akan ada perombakan besar. Menteri-menteri inkumben seperti Taro Aso dan Fumio Kishida akan kembali menjabat Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan.

    Gen Nakatani akan menjadi sedikit dari nama baru yang duduk di kabinet. Nakatani akan menjabat Menteri Pertahanan menggantikan Akinori Eto yang mundur karena terlibat skandal politik beberapa waktu lalu.

    "Susunan kabinet akan ditentukan sendiri oleh Perdana Menteri," ujar Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga. Kemenangan ini adalah yang ketiga kalinya bagi Abe terpilih sebagai Perdana Menteri Negeri Sakura. Sebelumnya, Abe menang pemilu pada tahun 2006 dan 2012.

    ANDI RUSLI

    Berita terpopuler lainnya:
    4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan
    Gubernur FPI Pantang Ucap Selamat Natal ke Ahok
    Eva Bande, Dipenjara Gara-gara Bela Petani
    Ahok Makan Babi, Ibu-ibu di NTT 'Klepek-klepek'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.