Militer AS Luncurkan Pelacak Santa Claus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinterklas berkeliling mall di Plasa Tunjungan, Surabaya, Jatim, 20 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sinterklas berkeliling mall di Plasa Tunjungan, Surabaya, Jatim, 20 Desember 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Washington - Tak cuma rumah ibadah, toko, atau pusat perbelanjaan yang menyambut Natal dengan meriah. Militer Amerika Serikat juga turut membagi kebahagiaan Natal dengan meluncurkan sistem pelacak Santa Claus (Santa Tracker).

    Santa Tracker akan diluncurkan oleh Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (North American Aerospace Defens Command/NORAD) pada Rabu, 24 Desember 2014, waktu setempat. Dengan Santa Tracker, semua orang bisa melacak perjalanan Santa Claus yang membawa hadiah dari kampungnya di Kutub Utara ke seluruh dunia. Santa Tracker akan menampilkan perjalanan Santa Claus dengan pesawat, dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. (Lihat foto: Di Brasil, Santa Claus Bagikan Hadiah Lewat Sungai Amazon)

    Santa Tracker pertama kali dibuat pada 1955. Saat itu, instalasi Angkatan Udara Amerika dikejutkan dengan telepon anak-anak, yang menanyakan keberadaan Santa Claus. Nomor telepon kantor itu rupanya bocor ke tangan anak-anak karena kesalahan cetak iklan perusahaan bernama Roebuck & Co.

    Alih-alih menjatuhkan sanksi, militer AS malah melakukan tindakan simpatik. Direktur Operasi Komando Pertahanan Udara AS saat itu, Kolonel Harry Shoup, memerintahkan stafnya untuk mengecek "perjalanan Santa Claus" dari Kutub Utara ke seluruh dunia melalui sistem radar. Sebagian staf NORAD pun ditugasi melayani telepon anak-anak, yang menanyakan rute perjalanan Santa. (Baca juga: Lucunya Anak Singa dan Harimau Didandani Ala Santa Claus.)

    Harus diakui, kegiatan ini sifatnya hanya hiburan. Dalam situsnya, NORAD mengaku sulit untuk memerinci identitas Santa Claus. Mereka hanya menangkap sinyal yang dipercaya sebagai Kereta Rusa Santa Claus. "Selama 50 tahun NORAD hanya melacak informasi untuk orang-orang yang percaya Santa Claus ada dan hidup di dalam sanubari," demikian penjelasan NORAD.

    Meski tahu Santa Claus adalah tokoh fiktif, banyak orang yang percaya dan melacak keberadaannya melalui Santa Tracker. Di Instagram, banyak netizen yang mengunggah foto snapshot keberadaan Santa Claus. Situs Smyracuse.com misalnya, menampilkan akun Instagram berisi gambar Santa Claus yang nongkrong di lapangan bola, toko, hingga menumpang mobil pemadam kebakaran. Mereka yakin Santa akan datang ke rumahnya dan membagikan hadiah kejutan.

    FERY F. | NORAD

    Berita Terpopuler
    Paus Fransiskus 'Hajar' Pejabat Gereja Vatikan
    Epiwalk Milik Bakrie Menunggak Pajak Rp 8,8 M
    Jokowi Jangan Bayar Ganti Rugi Via Lapindo, Kenapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.