Ini 15 'Penyakit' di Tubuh Pejabat Gereja Vatikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus mencium kaki seorang narapidana di penjara remaja di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis (28/3). Paus membasuh kaki belasa narapidana di penjara remaja ini dalam ritual Kamis Suci yang sudah ia rayakan sejak ia masih menjadi uskup agung hingga sekarang ia menjadi paus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    Paus Fransiskus mencium kaki seorang narapidana di penjara remaja di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis (28/3). Paus membasuh kaki belasa narapidana di penjara remaja ini dalam ritual Kamis Suci yang sudah ia rayakan sejak ia masih menjadi uskup agung hingga sekarang ia menjadi paus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    TEMPO.CO, Vatikan - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mendamprat pejabat Curia, lembaga yang menjalankan tugas administrasi Gereja Katolik Roma di Vatikan. Dalam pesan menyambut Natal di hadapan seluruh pengurus Curia, Senin, 22 Desember 2014, Paus Fransis menyebut ada 15 jenis "penyakit" yang menggerogoti tubuh Curia. (Baca: Paus Fransiskus 'Hajar' Pejabat Gereja Vatikan)

    Paus non-Eropa pertama ini kemudian mendesak para pemimpin Curia untuk segera memperbarui diri sebagai bentuk pemulihan diri menjelang perayaan Natal.

    Berikut 15 "penyakit" yang menggerogoti Curia:

    1. Penyakit yang merujuk pada sikap imun, tak peduli, lalai pada hal-hal penting dan pengendalian diri. Curia tidak mengkritisi dirinya, tidak memperbarui diri, tidak berusaha membuat dirinya lebih baik. Penyakit sangat bodoh yang diderita mereka yang berpikir akan hidup kekal, dan mereka yang mentransformasi diri sebagai raja dan menyakini dirinya menguasai orang lain ketimbang pelayanan mereka.

    2. Marthaisme atau sikap yang menyibukkan dirinya dengan bekerja dan melalaikan bagian lebih baik, yakni duduk mendengarkan Yesus. Para rasul diminta untuk sejenak beristirahat. Karena melalaikan hal-hal penting justru membawa stres dan agitasi. Setiap orang yang semakin dekat dalam menjalankan misinya, maka ini tugas penting dan harus dijalankan sungguh-sungguh.

    3. Penyakit mental dan spiritual yang parah bagi mereka yang kehilangan ketenangan batin, senyum, dan keberanian dengan menyembunyikannya dengan melakukan pekerjaan. Hal ini membuatnya seperti mesin yang bekerja daripada manusia ciptaan Tuhan. Penyakit seperti ini berbahaya karena menghilangkan sensitivitas kemanusiaan, berduka bersama mereka yang berduka, dan bergembira bersama mereka yang bergembira.  

    4. Penyakit mengenai rencana yang besar dan fungsionalisme. Ini terjadi ketika rasul merencanakan sesuatu secara detail dan yakin dengan rencana yang sempurna sesuatu itu berproses secara efektif. Penyakit ini terjadi karena lebih mudah dan lebih percaya pada situasi statis dan tanpa perubahan posisi. Sesungguhnya, Gereja menunjukkan dirinya pada keyakinan pada Roh Kudus untuk mengatur semuanya. Roh itu adalah kesegaran, imajinasi, dan inovasi.

    5. Penyakit berkembangnya kemiskinan koordinasi ketika persatuan di antara anggotanya lenyap dan tubuh kehilangan fungsi harmonisnya. Kolaborasi tidak bekerja karena spirit persatuan dan tim hilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.