Laporan TEMPO Pemilu Putaran II di Iran: Polling Unggulkan Ahmadi Nejad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Qom:Hari ini (Jumat, 24 Juni 2005) pemilu presiden putaran kedua berlangsung di Iran. Rakyak tampak berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara. "Inilah, kami ingin menunjukkan kepada dunia model demokrasi agama di Iran,"kata Ketua Parlemen Iran,Ghulam Ali Haddad Adel. Mantan presiden dua kali periode Iran, Akbar Hashem Rafsanjani akan ditantang Mahmud Ahmadi Nejad, walikota Tehran, yang meraih suara terbanyak kedua pada pemilu pertama. Melihat perbedaan suara yang sangat tipis, 1,5 persen, antar kandidat ini, dipastikan persaingan lebih ketat. Dalam keterangan Persnya, Wizorate Kisywar, Menteri Dalam Negeri Iran, Sayyid Musawi Lari mengumumkan pemilu dibuka pukul 09.00 sampai 19.00 sore. Namun sebagaimana yang terjadi pemilu pertama, sesuai dengan UU Iran, pemilu yang kedua pun bisa diperpanjang sesuai dengan kebijakan Menteri Dalam Negeri. Sedangkan perhitungan pada pemilu kedua bisa diumumkan, 25 Juni, sehari setelah pemilihan selesai. Rafsanjani pemenang pada putaran pertama didukung oleh kalangan progresif dan pebisnis. Sedangkah Nejad didukung oleh kalangan mahasiswa, ulama dan garis keras yang mendirikan Republik Islam Iran. "Ini awal dari dari perubahan baru,'kata Nejad setelah memasukkan suara pada putaran kedua. Dari jajak pendapat yang dilakukan Khabar Guzori-e Fars dan Seda Simo (IRIB, Islamic Republic of Iran Broadcasting), sebuah lembaga yang membawahi seluruh TV dan Radio di Iran, yang diambil pada tanggal 20 Juni 2005, Ahmadi memperoleh 48 peroleh sedangkan Rafsanjani 36 persen, dan sisanya belum memutuskan. Sampling ini meliputi 30 Propinsi, 51 Kota dan 320 Desa di Iran dan melibatkan 19.899 responden dengan komposisi 55 persen pria dan 45 persen perempuan. Polling ini juga mengunggulkan Ahmadi Nejad di 28 Propinsi, dibanding Rafsanjani yang hanya unggul di dua Propinsi. Mujtahid Hashem

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?